Studi: Orang Bisa Berbuat Jahat Jika Keadaan Memungkinkan

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 13 November 2016 | 14:25 WIB
Studi: Orang Bisa Berbuat Jahat Jika Keadaan Memungkinkan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Para pemuda itu tidak berbeda seperti tahanan pada umumnya. Mereka mengenakan baju tahanan sama, hanya nomornya yang berbeda.

Mereka tidur di kasur sempit di dalam sel dengan kaki diborgol. Di sisi lain, ada sekelompok penjaga alias sipir yang memastikan keadaan penjara aman terkendali.

Demikian sekilas adegan dalam film ‘The Stanford Experiment Prison’ besutan sutradara Kyle Patrick Alvarez yang dirilis pada 2015. Sebanyak 24 mahasiswa laki-laki dipilih untuk secara acak menjalankan peran sebagai narapidana dan sipir di sebuah penjara ruang bawah tanah buatan.

Film yang memenangkan beberapa penghargaan ini, salah satunya di Sundance Film Festival, diangkat dari kisah nyata mengenai studi psikologi yang dilakukan psikolog ternama Prof Philip Zimbardo dari Universitas Stanford.

Zimbardo yang merupakan salah satu psikolog ternama ini adalah presiden American Psychological Association (APA).

Pekan ini ia hadir di Indonesia atas undangan Universitas Indonesia. Zimbardo menjadi keynote speaker pada ‘The 1st Asia-Pasific Research in Social Sciences and Humanities Universitas Indonesia Conference (APRiSH)’.

APRiSH adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh UI di Margo Hotel Depok, 7-9 November 2016. Selain Zimbardo, konferensi mengundang para ahli terkemuka lain dari dalam dan luar negeri.

The Stanford Prison Experiment (SPE) merupakan studi psikologi pada 1971 mengenai bagaimana respon manusia ketika dikurung dan efek perilakunya, baik pada sisi penjaga maupun tahanan di penjara.

Penelitian yang dipimpin Zimbardo ini membagi sekelompok pemuda menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berperan sebagai tahanan, kelompok lainnya sebagai penjaga.

Mereka ditempatkan di ruangan mirip penjara yang dibangun di bawah tanah gedung jurusan psikologi Stanford. Penjara dibangun tanpa jendela dan tidak disediakan jam sehingga subjek tidak mengetahui lamanya waktu berjalan.

Sebelum ditempatkan di penjara, para tahanan ini ditangkap di kediaman masing-masing. Mereka diborgol di hadapan umum oleh polisi. Ketika sampai di penjara, diperlakukan layaknya napi yang baru tiba.

Digeledah, ditelanjangi dan diberikan pakaian seragam penjara, lengkap dengan borgol di kaki. Dalam satu hari, keadaan menjadi tidak terkendali.

Para ‘penjaga’ mulai menggunakan aksi kekerasan pada narapidana. Penelitian ini seharusnya dilaksanakan selama dua minggu.

Tapi kebrutalan yang dilakukan para penjaga dan penderitaan yang dialami tahanan sudah sangat memprihatinkan. Pada hari keenam, penelitian ini dihentikan.

Percobaan yang dilakukan Zimbardo memang mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari rekan sesama psikolog.  Zimbardo dinilai melanggar etika mengenai penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek.

Kritik terbesar datang dari psikolog yang kini menjadi pasangan hidup Zimbardo, yakni Christina Maslach dari Universitas California, Berkeley.  

Bagaimana pun, penelitian ini telah memperlihatkan ilustrasi yang jelas bagaimana suatu keadaan bisa membentuk perilaku seseorang. Menurut Zimbardo, para penjaga bertingkah sedemikian brutal, karena mereka  begitu menyelami peran sebagaimana dirinya yang berperan sebagai pengawas penjaga.

"Agresi para penjaga merupakan konsekuensi alami dari penggunaan seragam penjaga dan menegaskan kekuatan yang melekat pada peran tersebut," katanya seperti dikutip BBC.

Menurut Zimbardo, mahasiswa yang normal dan sehat dapat berubah perilaku sesuai peran yang mereka jalani. Baik itu sebagai penjaga yang sadis atau tahanan yang tertekan.
Percobaan ini menunjukkan  bahwa orang-orang biasa yang sehat secara fisik dan psikologis, serta tidak pernah memiliki catatan kriminal, dapat melakukan kejahatan apabila dihadapkan pada keadaan yang memungkinkan.

Zimbardo menggunakan pendekatan yang sederhana dan kuat ini pada beberapa aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak berbeda. Seperti pelaku bom bunuh diri yang menabrakkan pesawat ke menara kembar WTC, New York, hingga orang-orang Amerika yang menyiksa tahanan di penjara Abu Ghraib, Irak.

Saking populernya, SPE telah diterjemahkan ke dalam beberapa versi budaya pop. ‘The Stanford Prison Experiment’ bukan satu-satunya film yang terinspirasi penelitian Zimbardo.  

Lima tahun sebelumnya, percobaan ini menginspirasi film ‘The Experiment’ yang disutradarai Paul Scheuring dan  dibintangi aktor peraih Oscar, Adrien Brody serta Forest Whitaker. ‘The Experiment’ sendiri merupakan remake ‘Das Experiment’ yang dibuat sutradara Oliver Hirschbiegel pada 2001.

Zimbardo telah mempublikasikan lebih dari 50 buku dan 400 artikel populer maupun profesional. Termasuk tulisan  terakhirnya bertajuk, ’Man, Interrupted’.

Toh ia tetap identik dengan SPE. Meski penelitiannya yang kontroversial ini telah mengangkat nama Zimbardo di dunia internasional, ternyata ia tidak ingin diingat sebagai sosok yang kontroversial.

Zimbardo mengaku, eksperimen tersebut telah membuatnya  dikenal di seluruh dunia. "Tapi saya ingin diingat bukan sebagai orang yang menciptakan perilaku jahat pada orang baik," kata Zimbardo.

Ia mengatakan ingin lebih dikenal untuk penelitian lain yang juga telah dilakukannya dan bagaimana penelitian itu membantu banyak orang.  

Terlepas dari SPE, Zimbardo memiliki kepedulian tinggi pada kondisi sosial. Ia melakukan penelitian dan merumuskan pendekatan baru untuk membantu mengatasi berbagai persoalan kontemporer. Seperti bagaimana mengatasi  masalah global mengenai anak-anak muda yang kecanduan video game dan pornografi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei: Mayoritas Gen Z Nonton TV di Akhir Pekan

Survei: Mayoritas Gen Z Nonton TV di Akhir Pekan

Lifestyle | Kamis, 20 Oktober 2016 | 14:18 WIB

Perubahan Hormonal Pengaruhi Perempuan dalam Mengatasi Masalah

Perubahan Hormonal Pengaruhi Perempuan dalam Mengatasi Masalah

Lifestyle | Selasa, 27 September 2016 | 11:14 WIB

Studi: Minum Alkohol Sendirian Mengarah pada Perilaku Berisiko

Studi: Minum Alkohol Sendirian Mengarah pada Perilaku Berisiko

Health | Senin, 26 Mei 2014 | 16:18 WIB

Terkini

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Mei 2026: Sikat Hadiah 200 Shard Sebelum Reset Server

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Mei 2026: Sikat Hadiah 200 Shard Sebelum Reset Server

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:15 WIB

31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic

31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:38 WIB

5 Cara Menghapus Cache di iPhone agar Ruang Penyimpanan Lebih Lega

5 Cara Menghapus Cache di iPhone agar Ruang Penyimpanan Lebih Lega

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:10 WIB

Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook

Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G

XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:11 WIB

TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam

TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:02 WIB

Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing

Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21 WIB

15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?

15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:12 WIB

iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?

iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:45 WIB

Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak

Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:21 WIB