Array

Studi: Punya DNA Unik, Perempuan Mampu Baca Pikiran Orang Lain

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 12 Juni 2017 | 17:02 WIB
Studi: Punya DNA Unik, Perempuan Mampu Baca Pikiran Orang Lain
Ilustrasi mata perempuan (Shutterstock).

Suara.com - DNA kita rupanya bisa memengaruhi kemampuan untuk membaca pikiran dan emosi orang lain hanya dengan menatap mata orang tersebut, demikian hasil penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry.

Lebih khusus, penelitian yang diulas oleh Science Daily pada pekan lalu itu, menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk membaca emosi dan pikiran orang lain hanya dengan kontak mata.

Kemampuan ini diketahui setelah para peneliti di Univeristy of Cambridge, Inggris bersama sejumlah ilmuwan dari Prancis, Australia, dan Belanda menggelar sebuah ekperimen bernama "Reading the Mind in the Eyes" atau "Eye Test".

Dalam tes ini para ilmuwan berusaha mencari tahu, apakah manusia bisa membaca emosi atau pikiran orang lain hanya dengan melihat matanya. Tes ini dikembangkan oleh para ilmuwan di Univeristy of Cambridge sekitar 20 tahun lalu.

Tes terbaru yang melibatkan 89.000 orang di dunia itu menemukan bahwa ada sekelompok orang yang punya kemampuan lebih dalam membaca pikiran dan emosi hanya dari kontak mata. Juga ditemukan bahwa pada perempuan kemampuan ini lebih baik ketimbang pada lelaki.

Lebih lanjut para peneliti menemukan bahwa gen-gen kita berpengaruh terhadap kemampuan unik ini. Mereka menemukan variasi genetik pada kromosom 3 perempuan, yang berhubungan dengan kemampuan mereka untuk membaca pikiran orang lain hanya dari kontak mata.

"Ini adalah penelitian terbesar yang menganalisis empati kognitif di dunia. Ini juga merupaka studi pertama yang mencoba menghubungkan antara performa manusia dalam Eye Test dengan variasi genom manusia," jelas Varun Warrier dari Cambridge, yang memimpin penelitian itu.

Sementara pada lelaki, kemampuan untuk membaca pikiran orang lain tidak berkaitan dengan gen-gen pada kromosom 3, satu 23 pasang kromosom pada tubuh manusia.

"Studi baru ini menunjukkan bahwa empati turut dipengaruhi oleh faktor genetik. Tetapi kita tak boleh mengabaikan faktor-faktor sosial penting lain seperti pengalaman hidupnya di masa pertumbuhan," jelas Thomas Bourgeron dari University Paris Diderot, yang juga terlibat dalam riset itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI