alexametrics

Menyontek NASA, China Ciptakan Helikopter untuk Misi Mars

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Menyontek NASA, China Ciptakan Helikopter untuk Misi Mars
Ingenuity, helikopter NASA berhasil terbang di Mars, pada Senin (19/4/2021). [AFP/NASA]

Mendapat kritikan, disebut kloning helikopter Ingenuity NASA.

Suara.com - China berambisi untuk memperluas kemampuan eksplorasi luar angkasa dan negara itu tampaknya menargetkan Mars kembali untuk mengirim misi selanjutnya berupa helikopter tak berawak.

Pusat Sains Luar Angkasa Nasional China (NSSC) sedang mengembangkan helikopter yang memiliki kemiripan sangat mencolok dengan helikopter Ingenuity milik NASA, yang saat ini berada di Mars.

Helikopter tersebut memiliki empat kaki kurus yang terentang, dua rotor yang ditumpuk satu sama lain, dan badan pesawat yang disederhanakan. Diduga ini adalah cara China berupaya menyaingi helikopter NASA yang sukses di Planet Merah.

Prototipe drone milik China untuk penelitian di Mars [CNNSC via Gizmodo].
Prototipe helikopter milik China untuk penelitian di Mars [CNNSC via Gizmodo].

Laporan dari NSSC menunjukkan bahwa helikopter yang disebut "pesawat jelajah Mars" telah lulus tinjauan dan siap maju ke tahap pengembangan berikutnya.

Baca Juga: NASA Optimis Sukses Ambil Sampel Batu Mars Pertama

Dilansir dari Gizmodo pada Jumat (3/9/2021), helikopter itu ditujukan untuk berpatroli di lanskap permukaan Mars dan melanjutkan eksplorasi China di Planet Merah.

Untuk itu, pesawat jelajah Mars akan dilengkapi dengan spektrometer untuk survei udara dan geologi planet.

Penampakan helikopter ini mendapat kritikan, salah satunya Andrew Jones dari SpaceNews yang menyebut bahwa China mengkloning helikopter Ingenuity NASA.

Meski begitu, prestasi China dalam bidang antariksa telah berkembang pesat dan mengejar negara pemain utama lainnya dalam eksplorasi luar angkasa.

China sebelumnya mengirim penjelajah ke Bulan dan Mars dan negara itu saat ini sedang membangun stasiun luar angkasanya sendiri yang disebut Tiangong.

Baca Juga: ISS Retak, Ilmuwan Pesimis Stasiun Luar Angkasa Tak Dapat Diperbaiki

Dalam rencana ambisiusnya, China berharap dapat mengirim misi berawak ke Mars pada 2033 dan bahkan membuat pesawat luar angkasa ultra-large yang membentang bermil-mil.

China bukan satu-satunya peniru dalam hal luar angkasa. Soviet memiliki pesawat ulang-alik sendiri dan Rusia baru-baru ini mengungkapkan desain untuk roket yang dapat digunakan kembali, di mana desain tersebut tampak persis seperti Falcon 9 milik SpaceX.

Komentar