Mengenal PlugX, Malware yang Diduga untuk Bobol BIN

Senin, 13 September 2021 | 16:28 WIB
Mengenal PlugX, Malware yang Diduga untuk Bobol BIN
Hacker China diduga telah meretas jaringan milik 10 kementerian dan lembaga, termasuk milik BIN menggunakan software Plug X. Foto: Ilustrasi hacker atau peretas dan sebuah ponsel. [Shutterstock]

Suara.com - Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future, mengumumkan ada hacker China diduga telah membobol situs 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk salah satunya Badan Intelijen Negara (BIN).

Aksi ini diduga dilakukan oleh Mustang Panda Group yang menggunakan malware berjenis Plug X. Apa itu malware Plug X?

Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa PlugX adalah remote access trojan (RAT) yang digunakan oleh hacker kelas dunia.

Ia menyebut, PlugX ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun karena selalu diperbarui dengan script dan memanfaatkan kemampuan enumerasi, akhirnya mampu mengelabui perlindungan anti-virus konvensional.

"(PlugX) ini merupakan serangan kelas tinggi dan karena sasarannya adalah lembaga pemerintahan dan sensitif seperti intelijen dan diplomat, maka memang harus disikapi dengan sangat serius oleh tim yang memiliki skill yang tinggi," kata Alfons saat dihubungi Suara.com, Senin (13/9/2021).

Malware PlugX menginfeksi perangkat dengan penyebaran lewat email dan spearphiising. Mengutip laman Trendmicro, email ini dibuat untuk menargetkan perusahaan atau organisasi tertentu, dengan konten yang sudah disesuaikan.

Adapun lampiran yang dikirim dapat berupa file yang diarsipkan, dibundel, atau dokumen yang dibuat khusus. Lampiran ini akan mengeksploitasi celah kerentanan yang ada di Adobe Acrobat Reader atau Microsoft Office.

Mengutip Malpedia, PlugX bisa memiliki sejumlah kemampuan berbahaya. Adapun kemampuan PlugX ini meliputi:

1. Mengambil informasi perangkat
2. Screenshot layar
3. Mengirim informasi yang diketik dari keyboard atau mouse
4. Keylogging
5. Reboot System
6. Membuat, menghentikan, dan menghitung proses
7. Membuat, memulai, memodifikasi, dan menghentikan layanan
8. Mengelola Windows, membuka shell, mencatat kejadian dalam file text log, dll.

Baca Juga: Hacker China Disebut Bobol Kementerian dan BIN, BSNN: Masih Simpang Siur

Alfons mengatakan, kegagalan melindungi sistem dari serangan RAT pada level intelijen akan berdampak pengambilalihan sistem dan data penting, baik di database server maupun jaringan.

"Dan akan mengakibatkan kebocoran informasi dan kerugian besar dari negara yang diserang," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI