alexametrics

SSD vs HDD, Dimana Bedanya?

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
SSD vs HDD, Dimana Bedanya?
SSD (Solid-State Drive) dan HDD (Hard-Disk Drive). (Istimewa)

SSD consumer jarang yang melebihi 2TB dan harganya mahal.

Suara.com - Lebih penting harga murah, atau cepat dan tahan banting? Artikel ini akan mencerahkan kamu seputar perbedaan, dan mana yang harus kamu pilih antara SSD (Solid-State Drive) atau HDD (Hard-Disk Drive) untuk laptop dan PC kesayanganmu.

Kalau di beberapa tahun kebelakang kamu baru beli ultrabook, laptop hybrid, atau laptop tipis keluaran baru, kemungkinan besar didalamnya tidak ada HDD, melainkan SSD. Bahkan laptop gaming tebal dan berat pun sudah beralih ke SSD, dan hanya segelintir model yang bertahan dengan HDD karena harus menjaga harga murah.

Boot drive di desktop PC paketan sekarang juga sudah banyak beralih ke SSD, dengan pengecualian untuk model-model murah. Seringkali juga desktop PC dan laptop menggunakan SSD berkapasitas kecil sebagai boot drive utama, dan satu slot HDD tambahan hanya sebagai gudang penyimpanan (bukan untuk program dan OS).

Kalau dipaksa pilih satu, yang mana yang kamu pilih? Mari masuk lebih dalam ke pembahasan SSD vs HDD, mulai dari perbedaan cara kerja hingga keuntungan dan kerugiannya.

Baca Juga: Sony Akhirnya Buka Kunci Ekspansi SSD M.2 PS5, Penyimpanan Game Lebih Lega

Penjelasan HDD dan SSD

Piringan harddisk. (Istimewa)
Piringan harddisk. (Istimewa)

Hard disk drive atau HDD pada dasarnya adalah lempengan logam dengan pelapis magnet yang menyimpan semua data kamu, mulai dari dokumen belasan tahun lalu, film jadul, foto tua dan segala macam lainnya. Sebuah batang dengan kepala untuk read/write akan mengakses data di piringan ini ketika ia berputar.

Hard drive memiliki piringan rotasi didalamnya, dan merupakan penyimpanan klasik non-volatile, yang berarti informasi didalamnya tidak hilang ketika kamu mematikan komputer, tidak seperti data di RAM yang sekejap hilang ketika tidak ada arus listrik.

SSD memiliki fungsi yang sama dengan hard drive, tapi data disimpan pada chip memori (interconnected flash-memory chips) yang bisa mempertahankan data meski tidak ada arus listrik. Chip memori ini beda dengan yang biasa kamu temui di flashdisk. Ia lebih dan serta lebih stabil ketimbang flashdisk, makanya harganya pun jauh lebih mahal.

SSD bisa berukuran sama dengan HDD, bisa juga lebih kecil. Kalau bicara desktop, ukuran 3.5-inch SATA SSD akan sama persis dengan 3.5-inch SATA HDD. Colokannya pun sama, yang beda hanya didalamnya. Begitu pula dengan laptop, ukurannya sama-sama 2.5-inch.

Baca Juga: Sony Bakal Siapkan SSD Tambahan untuk PS5

Tapi tidak semua SSD itu 3.5 atau 2.5 inci. Ambil contoh M.2 NVMe SSD yang marak digunakan di laptop gaming dan ultrabook. SSD jenis ini berukuran jauh lebih kecil dari SSD biasa, bahkan lebih mirip flashdisk ketimbang harddisk. Karenanya, SSD menjadi andalan produsen untuk membuat ultrabook hingga laptop hybrid yang ditargetkan untuk traveler.

Komentar