facebook

Pussansiad: Penguatan Kemampuan Siber TNI AD Sangat Mendesak

Liberty Jemadu
Pussansiad: Penguatan Kemampuan Siber TNI AD Sangat Mendesak
Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (Pussansiad) Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie (tengah). [Antara]

Pusat Sandi dan Siber TNI AD telah mencanangkan penguatan kekuatan siber di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Suara.com - Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (Pussansiad) Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie menegaskan penguatan kemampuan siber TNI AD merupakan kebutuhan yang mendesak karena serangan siber berdampak riil terhadap ketahanan infrastruktur dan kehidupan prajurit.

Ancaman siber terus berevolusi dan menggunakan artificial intelligence. Jadi, setiap ada ancaman dan direspons, dia mencari celah-celahnya. Tugas kami bagaimana mengamankan semua celah ini dari potensi ancaman,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Ia menerangkan ancaman terhadap dunia siber, terutama yang menargetkan TNI AD dapat terbagi atas dua jenis, yaitu ancaman fisik dan ancaman nonfisik.

Ancaman fisik, ia menjelaskan menyerang infrastruktur vital TNI AD, sementara ancaman siber nonfisik menargetkan pola pikir (mindset) para prajurit beserta keluarganya.

Baca Juga: Kominfo: Ada 888 Juta Ancaman Siber di Indonesia Sepanjang 2021

“Serangan fisik bisa berupa malware, virus, kemudian serangan yang bersifat web defacement terhadap (laman resmi) beberapa institusi TNI AD,” terang Iroth.

Sementara itu, wujud ancaman siber nonfisik, di antaranya kabar bohong/hoaks, misinformasi, dan disinformasi.

Berita-berita bohong yang kerap diedarkan lewat dunia maya bertujuan menciptakan perpecahan dan mengubah persepsi para prajurit terhadap isu-isu tertentu.

Oleh karena itu, ia menerangkan Pusat Sandi dan Siber TNI AD telah mencanangkan penguatan kekuatan siber di lingkungan TNI Angkatan Darat.

“Dalam membangun penguatan dan kemampuan Pussansiad, kami selalu melihat dari bagaimana kami mengidentifikasi kemudian mendefinisikan dan memetakan ancaman. Dari situ, kami menyusun konsep, baik itu konsep pola operasi dan penguatan postur,” terangnya.

Baca Juga: Serangan Siber Mengancam Lembaga dan Organisasi di Indonesia, Ini yang Harus Dilakukan

Terkait penguatan postur, ada tiga aspek yang jadi perhatian Pussansiad, di antaranya kekuatan atau kapasitas TNI AD menangkal ancaman siber, profesionalisme prajurit yang punya kemampuan siber, dan gelar kekuatan dari tingkat pusat sampai wilayah.

Komentar