alexametrics

Registrasi IMEI Bermasalah Akibat Kebakaran Gedung Cyber, Realme Tidak Terdampak

Liberty Jemadu
Registrasi IMEI Bermasalah Akibat Kebakaran Gedung Cyber, Realme Tidak Terdampak
Realme mengatakan ponsel-ponselnya tak terpengaruh oleh matinya server CEIR tempat penyimpanan kode IMEI pada pekan ini. Foto: Realme 8i diluncurkan di Indonesia, Rabu (24/11/2021). Harganya Rp 2,4 juta. [Dok Realme Indonesia]

Realme mengatakan ponsel lokal buatannya tidak terdampak oleh matinya server CEIR tempat kode IMEI disimpan serta diolah.

Suara.com - Realme mengatakan pihaknya tidak terdampak oleh terhambatnya registrasi IMEI ponsel buntut dari terbakarnya Gedung Cyber I di Mampang, Jakarta Selatan pada Kamis (2/12/2021).

PR Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini isu IMEI tidak terdampak untuk ponsel Realme. Namun ia akan terus memantau isu ini ke depannya.

"Sejauh ini yang kami ketahui dari isu IMEI ini tidak untuk smartphone yang diproduksi secara lokal dan Realme hingga saat ini tidak terdampak dalam proses pendaftaran IMEI," kata perempuan yang akrab disapa Vava ini, Jumat (3/12/2021).

Sementara Infinix Indonesia mengaku masih memantau situasi tersebut. Mereka masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan, Polisi Periksa Empat Saksi

"Kami terus memantau keadaan demi kenyamanan konsumen Infinix. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait" ucap Sergio Ticoalu, Country Marketing Manager Infinix Indonesia saat dihubungi terpisah, Jumat (3/12/2021).

"Kami akan update jika ada pernyataan terbaru ya," tambahnya.

Diketahui kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, pada Kamis menyebabkan dimatikannya pusat data atau server yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR), tempat kode IMEI ponsel baru disimpan serta diolah.

"Gangguan pada Pusat Data CEIR yang terjadi turut berdampak pada layanan IMEI," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam pesan singkat, Jumat (3/12/2021).

Kejadian tersebut menyebabkan gangguan pada proses registrasi IMEI pada perangkat ponsel, komputer genggam dan tablet (HKT) yang merupakan bawaan penumpang dan barang kiriman, yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Registrasi IMEI Ponsel Terganggu Akibat Kebakaran Gedung Cyber, Vivo Mengaku Aman

Gangguan ini juga berdampak pada registrasi IMEI perangkat seluler milik tamu negara dan tokoh VIP dan VVIP, yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri. Registrasi nomor IMEI dari wisatawan asing melalui penyelenggara jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga terdampak pusat data mati.

Komentar