- Nama Sri Mulyani muncul terkait kapasitas profesional di World Bank Group.
- Hary Tanoe dan Keluarga Widjaja disebut dalam konteks relasi bisnis global.
- Penyebutan tokoh Indonesia di Epstein Files tidak terkait dengan tindakan kriminal.
"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)," bunyi dokumen Epstein.
Sri Mulyani sendiri muncul pada dokumen yang membahas kapasitasnya sebagai pejabat World Bank Group.
Mantan Menkeu Indonesia itu dibahas sebagai pelengkap untuk menentukan Corporate Scorecard World Bank.
Dalam "JP Morgan Global Asset Allocation" di Epstein File, dokumen memuat keterangan tentang FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish pada suatu negara.
JPMorgan Chase & Co sendiri merupakan perusahaan jasa keuangan dan bank investasi yang sempat mengelola dana Esptein senilai belasan triliun rupiah.
Hary Tanoesoedibjo disebut pada dokumen FBI Epstein Files berlabel 'Unclassified'.

Dokumen dengan judul 'Federal Bureau of Investigation CHS Reporting' memuat nama Hary Tanoesoedibjo serta mengaitkannya dengan bisnis Donald Trump.
Hary Tanoe disebut berhubungan dengan Trump Residence Indonesia yang direncanakan di Bali.
Dalam dokumen, Hary Tanoe pernah mengenalkan Donald Trump dengan 'CIA-nya Indonesia', meski identitas orang tersebut belum jelas.
Baca Juga: Biodata dan Agama Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Pengusaha Eka Tjipta Widjaja juga ada pada dokumen yang Epstein File. Dokumen membahas transaksi properti mewah Donald Trump sekitar 6 tahun lalu.
Keluarga Widjaja diketahui berhubungan dengan penjualan rumah 9,5 juta dolar AS (Rp159 miliar) yang belokasi di Swiss.
Nama konglomerat dan Sri Mulyani nampak tidak berhubungan dengan kejahatan Epstein Files.
Beberapa dokumen memang memuat bukti kejahatan, namun sebagian dokumen hanya membahas bisnis universal.
Epstein sendiri mempunyai harta fantastis dan banyak koneksi. Ia diprediksi memperhatikan beberapa aspek serta indikator sebelum memutuskan investasi di wilayah atau sektor tertentu.