SuaraBandung.id - Benarkan memiliki anak ketiga dalam weton Jawa bisa mengurangi rezeki? Pertanyaan tersebut sempat keluar dari salah seorang jamaah Buya Yahya seperti yang diunggah pada Channel YouTube Al-Bahjah TV.
“Saya ibu rumah tangga, saya ingin tambah anak hanya saja orang tua dan mertua tidak membolehkan. Karena adat jawa mengatakan weton anak ketiga jika wetonnya kurang dari anak pertama dan kedua bisa menurunkan rezeki, bener ga?” tanya Ibu Diah warga Surabaya.
Disampaikan Buya Yahya, agar jangan meyakini hal-hal semacam itu, terlebih kita harus percaya anak itu adalah anugerah.
“Semoga tambah anak sholeh sholehah akan menjadi ahli surga semuanya. Ngga usah ragu, anda tidak boleh percaya dengan itungan-itungan seperti itu, wetonnya kurang anaknya kurang rezeki. Tambah anak tambah rezeki, jadi anda ngga boleh percaya dengan hal itu,” jelas Buya Yahya.
Kemudian sisi lain, lanjutnya, kita harus memiliki adab dalam menyampaikan kepada orang yang sudah punya keyakinan. “Sebab kalau sudah punya keyakinan semacam itu repotnya nanti karena dia kan punya prasangka buruk. Pasti kena dan dihantui rasa was-was, maka pahamkan dulu orang tua dan mertua tentang itu,” kata Buya Yahya.
Diyakininya, semakin banyak anak banyak rezeki. Sehingga ia menegaskan tidak usah menghiraukan keyakinan yang tidak jelas.
“Atau anda bilang sudah hamil, tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal semacam itu. Ngga usah mikir weton itu hanya untuk mengetahui hari, dan hitungan-hitungan itu yang tidak boleh digunakan,” tegasnya lagi.
Menurutnya yang boleh dalam Isam itu istikharah dan kesiapan. Bukan dasar menunda kehamilan karena keyakinan tersebut.
“Bukan karena meyakini hal tersebut, itu tidak boleh dan tidak terbawa pada keyakinan yang salah. Kalau ternyata setelah itu atau melahirkan anak ketiga rezeki macet, mungkin nanti lancar dan berprasangka baik sama Allah. Siapa tahu kondisi itu tidak lama. Dan jika tahu weton tidak memenuhi serta ada sesuatu terjadi, anda harus berprasangka baik kepada allah. Karena siapa tahu setelah itu anda diberi berkah dan keberlimpahan,” tutur Buya Yahya.
Baca Juga: Puan Maharani Menyebut PLTS di Lingkungan DPR Memperhatikan Keindahan Taman