SuaraBandung.id – Akademi Persib Putri merupakan perwakilan Indonesia di ajang turnamen Women Football Championship (WFC) di Singapura.
Turnamen ini menjadi kali pertama Akademi Persib Putri debut turnamen internasionalnya sejak pertama kali dibentuk sejak Juli tahun 2020 lalu.
Latihan eksekusi bola mati, jadi porsi utama latihan Akademi Persib Putri jelang pertandingan melawan Lion City Sailors (LCS) di Stadion Bedok, Singapura, Rabu (19/10/2022).
Iwan Bastian, Pelatih Akademi Persib Putri memfokuskan latihan para pemainnya untuk penyelesaian situasi pada saat mendapatkan bola mati dalam pertandingan.
Pelatih yang akrab di sapa Ibas ini melihat kesempatan lain dalam mencetak gol, memanfaatkan situasi bola mati seperti tendangan bebas, sepak bola, sampai tendangan penalti.
“Jika tidak bisa mencetak gol melalui proses (open play), lalu kami mendapat kesempatan dari free kick, ya tentu saja kita akan memanfaatkan (bola mati). Pemain juga mendapat latihan tendangan penalti seperti kemarin. Alhamdulillah kemarin Zilfa sudah bisa (eksekusi penalti),” kata Ibas, dikutip dari laman resmi Persib.co.id, Rabu (19/10/2022).
Atas penampilan anak asuhnya kemarin, Ibas lakukan evaluasi kepada anak asuhnya tepat setelah kalah dari Pharanakorn FC di Lapangan Germany European School, Senin (17/10/2022) kemarin.
Menurut Ibas evaluasi penampilan anak asuhannya ini terletak pada pagian pertahanan Akademi Persib Putri yang masih memiiliki banyak kekurangan.
“Saya melihat dalam bertahan, anak-anak masih belum paham. Ini pernal dilatih tapi mereka lupa. Saat bertahan itu juga, mereka saling mengandalkan. Jadi dilatih kembali agar anak-anak paham dan tidak saling mengandalkan,” ungkap Ibas.
Baca Juga: PANAS! PSSI Tangkis Desakan TGIPF, Iwan Bule Stay?
Ibas berharap kepada Zilfa dan kawan-kawan memahami dan menjalankan permainan yang seperti latihan yang dijalani pada, Selasa (18/10/2022) kemarin.
Sumber: Persib.co.id
Kontributor : Hasan Aulia Putra Sarma