SuaraBandung.id - Kepintaran seseorang dapat dicapai dengan berbagai usaha, baik dengan belajar ataupun berlatih dengan mencari banyak referensi.
Selain dari proses-proses yang diusahakan itu, ternyata kepintaran juga dapat diperoleh dengan menempuh jalur spiritual.
Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Ustaz Adi Hidayat. Ustaz Adi Hidayat juga mengungkapkan bahwa semakin kita meningkatkan taqwa, maka kita akan menjadi semakin pintar.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube SA Dakwah yang diunggah pada 1 November 2022, berikut ulasannya.
"Makin tinggi anda meningkatkan takwa, semakin pintar anda, dan kepintarannya nggak ada batas," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu menjelaskan bahwa kepintaran seseorang dapat terbagi menjadi dua dalam hal cara meraihnya.
"Jadi, pintar itu nanti. Ada pintar yang sejati, ada pintar yang ikhtiari, diusahakan. Pintar yang ikhtiari itu ranahnya ini, akal," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian mengatakan bahwa kepintaran yang bersifat ikhtiari adalah kepintaran yang diperolah melalui pembelajaran dan referensi-referensi, serta latihan.
"Itu yang anda belajar, baca, ya, memperbanyak referensi, diskusi, mematangkan lewat latihan, hitungan dan sebagainya, itu akal," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu mengungkapkan bahwa setiap manusia memiliki kadar potensi yang sama dalam hal kepintaran, sehingga tidak ada orang yang bodoh.
"Dan semua punya kadar yang serupa, nggak ada orang bodoh. Manusia bodoh itu cuman di lagu, ya, cuma di lagu itu, ya, nggak ada. Semua manusia tercipta dengan kemampuan yang luar biasa, diciptakan dengan potensi pintar yang tinggi," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan agar kita tidak memandang secara fisik dan kita harus memiliki keyakinan dalam dalam meraih kepintaran.
"Jangan lihat fisik loh ya, hati-hati, jangan lihat fisik, ya, karena sepanjang kita punya keyakinan, anda mau belajar, pasti anda pintar," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Setelah itu, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa hal pendorong yang paling hakiki dan dapat menggerakkan akal adalah dengan meningkatkan takwa.
"Tapi nanti ada pendorong yang ini yang paling hakiki, ini yang menggerakkan akal untuk menangkap segala hal," pungkas Ustaz Adi Hidayat.