SuaraBandung.id - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam ajaran islam. Sebagai umat muslim kita perlu mengetahui keutamaan bulan ini berdasarkan sumber Al-qur'an dan hadis.
Sebagaimana disampaikan oleh Ustad Adi Hidayat, menerangkan keutamaan bulan Rajab yang wajib umat muslim ketahui.
Dilansir SuaraBandung.id dari unggahan dalam kanal Youtube Adi Hidayat Official, yang diunggah Februari 2022
Dalam islam telah dijelaskan, Allah Swt telah menetapkan adanya jumlah bulan sejak penciptaan langit dan bumi, yaitu berjumlah 12 bulan dan diantaranya terdapat empat bulan hurum.
Firman Allah Swt dalam Q.S At-taubah ayat 36 yang artinya:
"Sungguh bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan hurum (yang dihormati)..."
Bulan Hurum ini lalu dijelaskan Nabi Saw, dalam hadist riwayat Ibnu Abbas Ra:
"Nabi Saw menegaskan: tiga dari empat bulan itu berada berurutan yaitu Dzulqi'dah bulan ke-11, Dzulhijah bulan ke-12 dan Muharram bulan pertama. Dan yang lainnya yaitu bulan Rajab Mudhar (bulan Rajab, bulan diagungkan oleh suku Mudhar pada saat itu) yang berada diantara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan bulan Sya'ban".
Diketahui dalam sejarah mencatat, sejak jaman sebelum Nabi Saw lahirpun,
masyarakat Mekah mempunyai tradisi dan budaya untuk mensakralkan adanya masa-masa perdamaian,
yaitu pada bulan Hurum (bulan-bulan yang dihormati).
"Maka sejahiliyahnya umat jaman dulu, bila datang bulan-bulan Hurum mereka lebih memilih berdamai, sepakat tak berselisih, dan lebih menumbuhkan kegiatan-kegiatan harmonis dalam konteks sosial" jelas UAH.
Adapun penjelasan suku Mudhar dari hadist diatas dijelaskan UAH sebagai berikut:
"Khususnya suku Mudhar yang sangat menghormati dan menjaga keagungan bulan ini sebegitu istimewanya" ucap UAH
Suku Mudhar diketahui adalah suatu kaum di kota Mekah,
yang pada zaman Nabi Saw berdakwah sangat membenci Rasulullah,
namun menjadi suku yang paling menjaga kehormatan bulan Rajab dibandingkan suku-suku yang lain.
Lanjut UAH menjelaskan karena sebab itulah, Allah Swt kemudian memberikan keutamaan-keutamaan dan penegasan-Nya dalam Al-Qur'an serta hadist-hadist yang disampaikan Rasulullah Saw.
Sebagaimana lanjutan ayat diatas:
Artinya: "Maka jangan kamu menganiaya didalamnya (telah masuk bulan-bulan mulia itu) diri kalian sendiri..."
"Dalam lanjutan ayat 36 surah At-Taubah tersebut, Allah Swt menegaskan pesan yang kuat agar jangan sampai kita berbuat zalim pada bulan mulia itu." ungkap UAH.
UAH menambahkan sebagaimana tafsir yang diterangkan oleh sang Turjumanil qur'an (penafsir Al-qur'an yang dikukuhkan langsung oleh Nabi Saw) yaitu Ibnu Abbas Ra:
"Penegasan ayat ini memberi kesan orang yang meningkatkan ibadah akan dilipat gandakan pahalanya, begitu pula yang sengaja berbuat maksiat akan berlipat pula dosa untuknya."
Seperti itulah keuntungan atau kerugian orang yang melakukan suatu perbuatan di bulan Rajab ini.
Kembali UAH menegaskan bahwa bulan ini adalah bulan tempat berlatih kita menunaikan amalan-amalan mulia dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.
"Karena ayat tersebut tegas mengatakan dalam bentuk larangan." Jelas UAH.
Adapun penjelasan selengkapnya dari Ustad Adi Hidayat dapat disimak melalui unggahan berikut ini (*)