SuaraBandung.id - Untuk pembibing haji dan umrah dalam waktu dekat ini akan didampingin wanita.
Kebutuhan pembimbing haji dan umrah ini dinilai penting sebagai bentuk memaksimalkan pelayanan pada jemaah.
Dan untuk memfasilitasi hal itu, untuk pertama kalinya Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyelenggarakan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah wanita di Indonesia.
Gelaran manasik haji dan umrah wanita ini merupakan sertifikasi angkatan 23 reguler, yang diselenggarakan oleh Ditjen PHU Kementerian Agama Republik.
Pada kesempatan ini gelaran tersebut bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Gelaran yang dimulai pada 1 hingga 6 Maret 2023, diikuti peserta yang kesemuanya wanita.
“Biasanya sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah untuk laki-laki dan perempuan, namun untuk kali ini pesertanya hanya perempuan,” ujar Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dalam sambutan ketika pembukaan acara sertifikasi pembimbing haji dan umrah wanita.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag, MMC, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan jawaban dari keinginan Menteri Agama, Gus Yaqut.
“Kegiatan ini merupakan jawaban keinginan Pak Menteri Agama, yang menginginkan adanya pembimbing haji dan umrah dari kalangan perempuan," kata dia.
Baca Juga: Kunci Rumah Tangga Harmonis Menurut Buya Yahya, Suami Harus Mau Menjadi Ini Untuk Istri!
"Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan apresiasinya kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, yang sudah 23 kali mengadakan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah,” ujar Sarbini.
Dalam helatan itu ada 50 wanita yang menjadi peserta sertifikasi pembimbing haji dan umrah.
Dari 50 wanita tersebut, terdiri dari perwakilan organisasi masyarakat, yaitu dari Muslimat Nahdlatul Ulama, Fatayat Nahdlatul Ulama, Aisiyah Muhammadiyah, Persatuan Islam, Alwasliyah, Perwati, Mathlaul Anwar, dosen UIN, Kemenag Pusat, Kanwil dan Kemenag Kabupaten Kota.
Bahkan kata dia, peserta tersebar tidak hanya dari Jawa Barat, namun ada juga yang dari luar Jawa Barat. (*)