SuaraBandung.id - Mencari dan memberikan nafkah untuk keluarga adalah kewajiban suami. Bahkan Buya Yahya menyebutkan bahwa suami yang bekerja mencari nafkah sama dengan jihad di jalan Allah.
Buya Yahya mengatakan bahwa suami bekerja dan mencari nafkah yang merupakan kegiatan duniawi akan berbentuk mulia dan jihad karena niat dalam hati mencukupi kebutuhan keluarga.
Menurut Buya Yahya suami jangan anggap sepele pekerjaannya seharian di luar rumah mencari nafkah yang dikira hanya bersifat duniawi.
“Suami bekerja mencari uang demi keluarga sampai menemukan rasa capek setelah pulang di sore hari, dia capek sampai berbaring, maka diampuni dosanya oleh Allah,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya (11/3/2023).
Buya Yahya menjelaskan bahwa semakin besar dan banyak niat baik dalam hati suami saat mencari nafkah maka semakin besar juga pahalanya.
“Kalau anda mencari rezeki jika niat di baliknya adalah untuk nafkah keluarga, membantu tetangga yang membutuhkan, dan makin banyak niat kebaikan dalam hati anda maka semakin besar juga pahala yang didapatkan,” ungkapnya.
Menurut Buya Yahya karena mulianya pekerjaan menjemput rezeki demi nafkah keluarga ini, bahkan sang suami dianggap khusnul khotimah jika meninggal saat bekerja.
“Lagi mencari nafkah kok tiba-tiba meninggal dunia, maka dianggap meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” ujarnya.
Buya Yahya menuturkan bahwa suami atau istri jangan anggap remeh pekerjaan mencari nafkah di luar rumah. Karena kegiatan duniawi ini adalah perjuangan untuk mencukupi kebutuhan keluarga hingga mendapatkan banyak kemuliaan. (*)
Baca Juga: 9 Tahun Suara.com, Gubernur Sulawesi Selatan: Saya Sangat Senang Liputannya Objektif dan Mencerahkan
Sumber : YouTube Buya Yahya