Mengenal Pegasus, Alat Sadap dari Israel yang Mengancam Demokrasi di Indonesia

Suara Bandung

Senin, 12 Juni 2023 | 15:45 WIB
Mengenal Pegasus, Alat Sadap dari Israel yang Mengancam Demokrasi di Indonesia
Mengenal Pegasus, alat sadap dari Israel yang mengancam demokrasi di Indonesia. (Foto: Sora Shimazaki)

SUARA BANDUNG Pegasus merupakan alat sadap yang berasal dari Israel kini telah berada di Indonesia.

Alat sadap Pegasus tersebut diduga telah digunakan oleh institusi Badan Intelijen Negara (BIN), Mabes Polri, BSSN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut penjelasan mengenai alat sadap Pegasus yang mengancam demokrasi di Indonesia.

Pegasus alat sadap berasal dari Israel

Pegasus diketahui merupakan alat surveilans sekaligus penyadapan berteknologi canggih berbentuk software alias perangkat lunak yang dibuat oleh NSO Group sebuah firma teknologi asal Israel. 

Diketahui, Pegasus dapat memecahkan komunikasi yang terenkripsi dari iPhone, Mac, android, dan semua perangkat elektronik berbasis OS lainnya, menurut laporan Citizen Lab dan Amnesty International.

Lalu, bagaiama cara mengoperasikan alat sadap Pegasus itu?

Pegasus identik dikenal sebagai alat yang bersifat zero click, sebuah metode penyadapan yang tidak memerlukan aktivasi klik dari pemilik telepon pintar maupun perangkat komputer. 

Sebagai informasi Zero click merupakan serangan yang tidak tampak. Setiap pengguna tidak akan menyadari bahwa sedang diserang oleh alat pegasus. 

baca juga

Pegasus dapat terinstal sendiri di perangkat telepon maupun komputer target. 

Setelah terinstal, Pegasus akan menginfeksi seluruh perangkat, mengambil sebagian data yang tersimpan di telepon, komputer, berupa email, foto, video, chat, kontak pribadi, lokasi keberadaan terkini. Bahkan alat ini dapat membuka microphone bahkan alat ini dapat mengendalikan kamera telepon maupun komputer tanpa diketahui pengguna. 

Berikut berbagai contoh kasus Pegasus di berbagai Negara

Pertama, korban dari alat sedap Pegasus ini menimpa Jurnalis Jamal Khashoggi. Kolumnis Washington Post News tewas mengenaskan dalam operasi yang dilancarkan pejabar Arab Saudi.

Saat itu, gerak-gerik Khashoggi terlacak karena pemerintah Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk meretas teleponnya.

Penyadapan juga dilakukan kepada istrinya, Hanan Elatr. Istri Khasoggi itu menjadi target penyadapan sehingga ponselnya berubah menjadi alat pengawasan.

kedua, Pegasus juga pernah digunakan di Meksiko yang digunakan untuk membungkam aktivis, masyarakat sipil dan jurnalis pro demokratis.

Ketiga, di Thailand, alat ini menjadi senjata mata-mata di dunia maya dalam kasus ini sebanyak 30 korban terditeksi dalam pantauan Pegasus. (*)

Sumber: Liks.suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Open 2023: Jonatan Christie Berharap Tuah Manis Istora Senayan

Indonesia Open 2023: Jonatan Christie Berharap Tuah Manis Istora Senayan

Sport | Senin, 12 Juni 2023 | 15:01 WIB

Tiket Indonesia Open 2023 Masih Tersedia, Begini Cara Belinya

Tiket Indonesia Open 2023 Masih Tersedia, Begini Cara Belinya

Sport | Senin, 12 Juni 2023 | 14:34 WIB

Laporan Dentsu: Praktisi Pemasaran Bisa 40-70% Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Jika Lakukan Ini

Laporan Dentsu: Praktisi Pemasaran Bisa 40-70% Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Jika Lakukan Ini

Bisnis | Senin, 12 Juni 2023 | 14:22 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar

Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:16 WIB

DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman

DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:10 WIB

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:59 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup

Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup

Jabar | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:14 WIB

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati

Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati

Jabar | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:03 WIB

×