SUARA BANDUNG - Kedatangan Ramadhan Sananta di Timnas U-24 nampaknya tak cukup membuat skuad asuhan Indra Sjafri melambung tinggi.
Pasalnya, dipantau sepanjang laga Timnas U-24 vs Uzbekistan di 16 besar Asian Games 2022, Ramadhan Sananta terlihat bak berjuang sendiri.
Ramadhan Sananta tidak dapat kiriman bola matang hingga minim dukungan dari rekan-rekannya di sisi tengah maupun sayap Timnas U-24.
Benar sekali, warganet juga menyoroti kinerja gelandang Timnas yang tak mampu ciptakan kreatifitas.
Bahkan, Indra Sjafri terpantau menurunkan tiga tipe gelandang bertahan. Padahal Uzbekistan juga terdapat celah.
Terdapat beberapa momen di mana Sananta berhasil membuat ancaman bagi pertahanan Uzbekistan, tapi dukungan rekannya tidak ada.
Hilangnya partner Ramadhan Sananta, yakni Rafael Struick
Memang Timnas U-24 tidak menurunkan skuad terbaiknya. Sebagai contoh, Indra tak memanggil Rafael Struick yang merupakan partner Sananta di lini depan Timnas U-23.
Indra yang tidak ditargetkan tinggi oleh PSSI di Asian Games, hanya memanggil pemain lokal saja. Sehingga tidak adanya Rafael mempengaruhi Sananta.
Baca Juga: Jadi Andalan Indonesia di Asian Games 2022, Ini 5 Fakta Olahraga Dragon Boat
Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan sebagai kreator lini tengah
Tidak dipungkiri peran Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan di lini tengah cukup sentral. Terbukti saat Timnas U-24 tanpa mereka, aliran bola tidak lancar, bahkan Garuda Muda hanya bisa umpan panjang.
Warganet juga menyoroti hal tersebut, praktis tanpa adanya kedua pemain ini, Sananta kehilangan pasokan bola.
Alhasil warganet menyebut Sananta hanya bisa mengambil hikmahnya. "Sananta jauh-jauh kesana cuman dapat hikmahnya doang asli dah," ketik netizen, dikutip dari akun Instagram @timnasindonesiainfo, (28/9/2023).(*)