SUARA BANDUNG - Diduga melakukan hal rasis pada anak buahnya, Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari, Letkol Inf Tamami nyaris kehilangan nyawanya.
Dugaan sementara upaya penyerangan yang dilakukan seorang prajurit TNI pada atasannya itu terjadi gegara apel pagi yang diwarnai kata-kata tak pantas yang diucapkan Letkol Inf Tamami.
Suasana apel pagi itu pun viral di banyak medosa sosial, yang kemudian diduga jadi biang penyebab Letkol Inf Tamami akhirnya diserang anak buahnya sendiri.
Setelah dugaan rasis dengan mengatakan MONYET pada Prajurit di Kasuari, kepala Perwira ini dibacok oleh Prajurit Tamtama.
Dikutip dari akun Instagram @ayoberanilaporkan.3, ungkapan rasis ke prajurit ini dikatakan Dansatdik Secata Rindam XVIII/ Kasuari - Letkol Inf Tamami ketika dirinya memimpin kegiatan apel pagi personil organik.
Dalam video di postingan kita sebelumnya, perwira ini diduga menyinggung harga diri sang prajurit. Sebagai warga Papua dan Prajurit TNI, ia tidak terima dengan Perkataan tersebut.
Setelah selesai apel pagi, tanpa ba-bi-bu. Prajurit Tamtama yang bernama Drik Rian Bayoa pangkat Praka langsung menganiaya dan membacak Letkol Inf Tamami.
Setelah tindakan insubordinasi ini, langsung diproses oleh Provost dan PAM Satuan untuk menjemput Praka Drik Rian Bayoa di rumahnya untuk diamankan Pomdam XVIII/ Kasuari dan dilanjutkan ke proses hukum.
Jika ditelusuri lebih dalam awal mula dari tindakan ini, perkataan "monyet" yang diucapkan akan sangat menyakitkan bagi warga Papua dan dinilai sebagai tindakan rasis.
Baca Juga: Jilat Ludah Sendiri, Gibran bin Jokowi Mirip Siapa?
Sementara itu, dikutip dari akun instagram infokomando.official, menginformasikan jika Letkol Inf Tamami, nyaris tewas dibacok anak buahnya usai apel pagi.
Korban yang merupakan Komandan Secata (Dansecata) Rindam XVIII Kasuari, dibacok anak buahnya yakni Praka DRB, pada hari Sabtu (21/10/2023).
Komandan Letkol Inf Tamami mengalami luka bacok pada bagian belakang kepala sebelah kanan, yang mengakibatkan luka robek dengan 12 luka jahitan.
Kejadian pembacokan ini bermula ketika ada kegiatan apel pagi personil organik Secata yang dipimpin oleh Mayor Inf Dillo di depan Satdik Secata Rindam XVIII/Kasuari, sekaligus pengecekan personel untuk persiapan penerimaan siswa Secata PK Reguler TNI-AD Gel II TA 2023.
Pada apel pagi tersebut, terduga Dansatdik Secata diyakini telah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan merendahkan perasaan pelaku.
Setelah berakhirnya apel pagi, Praka DRB menemui Dansatdik Secata, Letkol Inf Tamami, di kantin Secata, dan langsung melakukan pembacokan di bagian belakang kepala sebelah kanan, menyebabkan Letkol Inf Tamami mengalami luka robek dan harus mendapatkan 12 jahitan. Setelah melakukan pembacokan, Praka DRB langsung kembali ke rumahnya.