Tiga Nama Ini Masih Kuasai Papan Atas Calon Presiden 2024, Versi Lembaga Survei Indonesia

bandungbarat

Senin, 05 September 2022 | 14:04 WIB
Tiga Nama Ini Masih Kuasai Papan Atas Calon Presiden 2024, Versi Lembaga Survei Indonesia
Bursa calon presiden atau capres 2024 (suara.com)

SuaraBandungBarat.id  - Lembaga Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei calon presiden 2024,  dalam simulasi tersebut di isi 19 nama tokoh yang bersifat terbuka.

Dari survei itu, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto meraih dukungan terbanyak sebagai presiden pilihan responden jika pemilihan presiden dilakukan saat ini.

"Kali ini kami masih menemukan pola yang sama dengan sebelumnya bahwa tiga teratas masih Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan hasil survei tersebut sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Lembaga Survei Indonesia di Jakarta, Minggu (4/9/2022).

Djayadi memaparkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperoleh dukungan sebesar 24,5 persen, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 21,3 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 19,3 persen.

Meskipun begitu, LSI belum bisa memastikan sosok yang benar-benar unggul di antara tiga tokoh tersebut karena selisih perolehan dukungan ketiganya kurang dari lima persen.

"Misalnya, Ganjar dan Anies itu selisihnya kurang dari lima persen, padahal margin of error survei ini 2,9 persen. Jadi, selisih dari dukungan tertinggi dan terendah," jelasnya.

Berikutnya, nama-nama lain yang muncul menjadi pilihan responden adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (10,4 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono/AHY (2,9 persen), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (1,9 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (1,7 persen), dan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai PDI Perjuangan Puan Maharani (1,3 persen).

Selanjutnya, ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,2 persen), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (1,1 persen), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (0,8 persen), Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (0,7 persen), dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar (0,6 persen).

Lalu, ada pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (0,6 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (0,5 persen), Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (0,1 persen), dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo (0,1 persen).

baca juga

Sementara itu, ada sekitar 9,8 persen responden yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab presiden pilihan mereka jika pilpres dilakukan saat ini.

Dalam kesempatan itu, Djayadi juga memaparkan hasil survei mengenai pilihan wakil presiden dari para responden jika pilpres dilakukan pada saat ini. Hasil survei LSI itu menunjukkan tokoh yang meraih dukungan terbanyak untuk menjadi calon wakil presiden sementara ini adalah Ridwan Kamil (16,6 persen), Anies (14,3 persen), Sandiaga Uno (10 persen), Ganjar (8,5 persen), Erick (8,1 persen), dan AHY (4,7 persen).

Lalu mengenai pasangan capres dan cawapres pilihan responden dalam survei itu, ditemukan bahwa jika Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir dari koalisi Partai Gerindra, mereka memperoleh dukungan terbanyak sebesar 37,8 persen.

Berikutnya, pasangan Ganjar-Puan jika maju dari PDI Perjuangan memperoleh dukungan sebesar 28,2 persen dan Airlangga-Ridwan Kamil apabila diusung Koalisi Indonesia Bersatu mendapatkan 16,8 persen.

"Nama lain dalam simulasi ialah Prabowo-Erick 37,6 persen, Ganjar-Sandi 32,2 persen, dan Airlangga-Ridwan Kamil 14,9 persen," ujar Djayadi.

Mengenai metodologi survei ini, Djayadi menjelaskan populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih ataupun mereka yang sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu, LSI melakukan penarikan sampel menggunakan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Responden yang terpilih diwawancarai sejak 13 sampai dengan 21 Agustus 2022 secara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih.

Dengan penarikan acak bertingkat, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sumber : SuaraJabar.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Kandidat Terkuat Capres Versi LSI, Puan Maharani tidak Termasuk

Tiga Kandidat Terkuat Capres Versi LSI, Puan Maharani tidak Termasuk

Purwokerto | Senin, 05 September 2022 | 10:44 WIB

Ganjar dan Prabowo raih dukungan terbanyak dalam Survei LSI

Ganjar dan Prabowo raih dukungan terbanyak dalam Survei LSI

Serang | Minggu, 04 September 2022 | 22:12 WIB

Mengajak Puan Maharani Berkuda, Prabowo Subianto Merasa Dekat Dengan Megawati Soekarnoputri

Mengajak Puan Maharani Berkuda, Prabowo Subianto Merasa Dekat Dengan Megawati Soekarnoputri

Sumsel | Minggu, 04 September 2022 | 17:43 WIB

Alasan UAS Tolak Tolak Dampingi Prabowo Jadi Cawapres: Tidak Punya Kekuasaan Apa-Apa

Alasan UAS Tolak Tolak Dampingi Prabowo Jadi Cawapres: Tidak Punya Kekuasaan Apa-Apa

Depok | Minggu, 04 September 2022 | 14:01 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×