SuaraBandungBarat.id- Lima publik figur dilaporkan ratusan korban robot trading net89 atas kasus investasi bodong. Akibatnya, para korban mengalami kerugian mencapai Rp28 miliar.
Kuasa hukum Pelapor Zainul Arifin menjelaskan, pihaknya melaporkan 134 orang yang terlibat dalam kasus tersebut dan lima diantaranya merupakan publik figur.
“Kalau Atta Halilintar dan Taqy Maliq ia diduga kena pasal 5 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena menerima aliran dana dari tindak pidana kejahatan. Karena dalam pasal 5 itu disebut patut diduga,” katanya seperti dikuti dari YouTube Cumicumi, Kamis (27/10/2022).
Ia menambahkan dugaan tersebut lantaran Atta Halilintar menerima uang dari pemilik net89 yakni Reza Paten membeli bandana yang dilelang Atta Halilintar senilai Rp2,2 miliar.
“Dengan menerima uang Rp2,2 miliar apakah itu hasil kejahatan atau tidak. Oleh karena itu, ia diduga kena pasal TPPU itu pasal yang pasif sama juga dengan Taqy Maliq ia menerima Rp 700 juta dari hasil menjual sepeda bronton,” jelasnya.
Sementara itu, ketiga terlapor lain yakni Mario Teguh, Adri Prakarsa dan Kevin Aprilio diduga ikut mempromosikan net89 dan ada juga yang diduga sebagai leader net89 pada kasus yang dilaporkan tersebut.
“maka dari itu, mereka-mereka yang terlibat ini kita minta hadir ke Mabes Polri untuk mengklarifikasi terkait dugaan terlibat dalam net89. Karena atas mereka yang menjadi promotor atau endorse itu bisa menarik para korban untuk ikut serta,” bebernya.
Lebih lanjut ia mengatakan, ia meminta kepada Attah Halilintar dan Taqy Maliq untuk menjelaskan aliran dana yang diterima oleh keduanya.
“kalaupun mereka ingin menyerahkan uangnya. Kita berharap menyerahkan itu karena kalau tidak bisa kena Pasal 5 itu maksimal 5 tahun penjara. Maka harapan kita mereka itu proaktif,” katanya.
Baca Juga: Duo Satpol PP A dan A Ditangkap Polisi Atas Kasus Narkoba di Sulsel
Ia berharap, para terlapor yang berjumlah 134 orang tersebut termasuk lima publik figur ini menunjukan itikad baik sebelum dipanggil pihak kepolisian.
“Sebelum polisi panggil lebih baik mereka proaktif, hadir untuk klarifikasi terkait dugaan alran dana yang mereka terima,” katanya. (*)
Sumber: YouTube Cumi-cumi