SuaraBandungBarat.id - Dalam waktu dekat umat Islam di seluruh dunia akan kembali memasuki bulan Ramadhan. Bulan dimana umat Islam melakukan ibadah shaum atau puasa.
Umat Islam meyakini bahwa bulan Ramadhan 2023 ini merupakan bulan penuh berkah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk merasa bahagia atas kedatangan bulan yang dianggap suci ini.
Anjuran untuk merasa bahagia ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini banyak diriwayatkan di dalam hadits-hadist oleh para perawi hadits.
Sebagaimana dilansir dari laman zakat.or.id bahwa dalam kitab Al-Musnad, Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, dia berkata :
Artinya: “Rasulullah SAW. Memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadhan seraya beliau bersabda: ‘Telah datang keada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan Ramdhan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”
Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa Rasulullah Saw. menganjurkan untuk bergembira dan saling ber-tahniah atau mengucapkan selamat menyambut kedatangan bulan Ramadhan antar sesama muslim.
Selain itu, dalam kitab Almajmu Imam Nawawi mencantumkan hadis yang berisi doa Nabi ketika melihat hilal di bulan Ramadhan. Hadis ini diriwayatkan Imam al-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah, dia berkata :
Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammaad Saw ketika melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa : Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah)”.
Dua hadits Ramadhan ini hendaknya bisa menjadi landasan bahwa sudah selayaknya kita menyambut Ramadhan dengan gembira. (*)
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Mari KitaPerbanyak Doa Berlindung Dari Keburukan Hati dan Jiwa