SuaraBandungBarat.id- Stok logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat saat ini kian menipis lantaran jumlah bencana terus meningkat di wilayahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Jarot Prasetyo menjelaskan, untuk saat ini logistik yang dimiliki tersisa dua paket logistik berupa bahan makanan, obat-obatan, dan yang lainnya.
"Logistik sudah berkurang, bahkan tinggal dua paket lagi dari pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2022," katanya, Sabtu (13/5/2023).
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah pengadaan 200 paket logistik dan sedang dilelang untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana alam di wilayahnya.
"Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar sehingga stok logistik kembali bertambah. Logistik itu akan disalurkan bagi warga yang terdampak bencana alam," katanya.
"Jika kondisi darurat dan membutuhkan logistik segera bagi warga terdampak bencana, paling kami akan minta bantuan BPBD Provinsi Jawa Barat," imbuhnya.
Ia menyebut, pihaknya pun juga mendapatkan bantuan sarana dan prasarana berupa tenda pengungsi dari BNPB. Terlebih tenda yang ada digunakan untuk pengungsi bagi korban terdampak gempa Cianjur.
"Tenda di sana kan dipakai pengungsi, jadi kita tidak ambil. Sebagai gantinya BPBD KBB dapat tenda pengganti dari BNPB sebanyak 4 tenda, terdiri dari 2 tenda pleton dan 2 tenda family," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia pun mengimbau bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana alam yang datang kapan saja.
Baca Juga: Perkuat Lini Belakang, PSIS Semarang Datangkan Giovani Numberi
"Potensi bencana alam di Kabupaten Bandung Barat memang cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat untuk selalu waspada," tandasnya. (*)