SUARABANDUNGBARAT - Telinga berdenging atau tinnitus adalah kondisi yang bisa dialami oleh siapa pun. Namun, jangan menganggap remeh gejala ini.
Dilansir dari Youtube Rumah Sakit Universitas Indonesia, dokter Dewi Puspito membahas tentang telinga berdenging.
Tinnitus adalah persepsi bunyi yang mungkin berupa denging, dengung, atau suara lainnya yang tidak berasal dari sumber eksternal.
Ini bisa menjadi pengalaman yang sangat mengganggu jika tidak ditangani dengan baik.
Dokter Dewi Puspito menjelaskan bahwa tinnitus bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih besar dan perlu diperiksa oleh spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorok, dan Kepala Leher).
Menurut dokter Dewi, jika mengalami tinnitus yang terus-menerus, terutama jika tidak ada faktor eksternal seperti terlalu banyak paparan suara keras atau perubahan tekanan, segera periksakan diri Anda ke dokter THT.
Jika tinnitusnya datang dan pergi secara teratur atau jika mengalami tinnitus yang sangat mengganggu yang memengaruhi kualitas hidup, periksakan diri secepatnya.
Gejala yang harus Anda waspadai termasuk tinnitus yang terjadi secara terus-menerus, tinnitus yang datang dan pergi secara periodik, dan tinnitus yang disertai dengan gangguan pendengaran, nyeri, atau keluar cairan dari telinga.
Dokter Dewi juga memberikan beberapa tips untuk menghindari potensi masalah pendengaran, terutama jika Anda sering menggunakan headset atau earphone.
Pertama, pastikan Anda tidak mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi. Disarankan untuk menjaga volume di bawah 60% dari total volume maksimum dan tidak melebihi 60 decibel. Selain itu, batasi penggunaan headset hingga maksimal 60 menit per hari.
Selain itu, penting untuk menghindari penggunaan headset saat tidur atau sampai Anda tertidur. Hal ini dapat mencegah kerusakan pendengaran yang disebabkan oleh paparan suara berkepanjangan.
Terakhir, jika Anda merasa telinga Anda berdengung atau mengalami gejala tinnitus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT.(*)