SUARA BANDUNG BARAT - Berikut ini perbedaan penyakit maag dan asam lambung meski sama-sama mengalami sakit di daerah perut.
Satu di antaranya, GERD terjadi karena masalah cincin otot esofagus yang menyebabkan isi lambung naik ke atas.
Sedangkan, maag muncul ketika terjadi iritasi pada dinding lambung. Penyebab iritasi lambung, seperti luka pada lambung, infeksi bakteri, peradangan lambung, dan GERD itu sendiri.
Sementara dari sisi gejala, orang yang menderita maag paling sering mengeluarkan nyeri atau perih di ulu hati sebagai gejala utama.
Tidak ada sensasi terbakar pada bagian dada layaknya GERD. Tidak ada pula regurgitasi, kerongkongan seperti terganjal, dan sulit menelan yang kerap muncul sebagai gejala asam lambung naik.
Pertolongan Pertama Asam Lambung Naik
Saat merasakan GERD yang ditandai dengan heartburn, jangan panik. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah berbaring dengan bantal atau benda apapun yang bisa membuat posisi kepala lebih tinggi.
Tujuannya agar asam lambung tidak terus naik, sehingga bisa mencegah luka pada kerongkongan.
Kemudian, atur pernapasan agar tubuh lebih rileks. Bila merasa khawatir hingga menyebabkan stres, lambung akan bekerja lebih keras, dan bisa menambah risiko kesehatan lain.
Baca Juga: INGAT! Berhubungan Badan Gak Boleh Tiap Hari, Simak Alasannya Kata Dokter Boyke Berikut Ini
Kalau sudah merasa tenang, minumlah air hangat secara perlahan untuk meredakan sensasi terbakar. (*)