bandungbarat

Duh Coklat Bisa Bikin Asam Lambung Parah? Pengidap GERD Wajib Tahu Saran Dokter Ahli Ini

bandungbarat Suara.Com
Rabu, 06 September 2023 | 14:20 WIB
Duh Coklat Bisa Bikin Asam Lambung Parah? Pengidap GERD Wajib Tahu Saran Dokter Ahli Ini
Duh Coklat Bisa Bikin Asam Lambung Parah? Pengidap Gerd Wajib Tahu Saran Dokter Ahli Ini (FREEPIK)

SUARABANDUNGBARAT - Duh Coklat Bisa Bikin Asam Lambung Parah? Pengidap Gerd Wajib Tahu Saran Dokter Ahli Ini. 

Seorang spesialis gastroenterologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia telah mengungkapkan bahwa konsumsi coklat secara berlebihan dapat memperburuk kondisi asam lambung dan menyebabkan gangguan lambung yang serius.

Pasien yang menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang merupakan kondisi di mana isi lambung naik ke kerongkongan, mungkin akan mengalami dampak yang lebih buruk jika mereka terus makan coklat dan makanan tertentu.
 
Apa itu GERD?
 
Dilansir dari tayangan Youtube RS Universitas Indonesia, GERD adalah penyakit yang terjadi ketika isi lambung kembali ke atas ke arah kerongkongan, menyebabkan gejala yang tidak nyaman.

Dokter Profesor Arief, seorang spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi, menjelaskan bahwa gejala utama GERD termasuk rasa panas dan terbakar di dada serta rasa pahit di mulut.
 
Bahaya Konsumsi Coklat Berlebihan
 
Konsumsi coklat dalam jumlah berlebihan dan beberapa makanan tertentu seperti keju dan makanan berlemak dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan.

Hal ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, yang dapat menyebabkan gejala GERD menjadi lebih buruk. Selain coklat, faktor lain seperti merokok, minum alkohol, makanan pedas, stres, dan kebiasaan tiduran setelah makan juga dapat memicu atau memperparah kondisi GERD.
 
Pengobatan dan Pencegahan GERD
 
Pengobatan GERD terutama terdiri dari dua prinsip utama: menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Untuk mengatasi gejala, pasien dapat dimodifikasi gaya hidup mereka, termasuk mengontrol berat badan jika mereka obesitas, menghindari makanan dan minuman pemicu seperti coklat, alkohol, dan merokok, serta mengelola stres. Obat-obatan juga dapat digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung.
 
Namun, jika pasien masih mengalami gejala GERD meskipun telah mengadopsi gaya hidup yang sehat dan minum obat, maka mungkin perlu melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pH metri impedance untuk menilai sejauh mana asam lambung naik ke kerongkongan. Jika ditemukan tanda-tanda komplikasi serius, seperti kerusakan kerongkongan yang parah, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
  
Dokter Profesor Arief mengungkapkan bahwa kasus GERD semakin meningkat dalam masyarakat, dan sering kali pasien datang dengan komplikasi yang serius.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI