SUARABANDUNGBARAT - HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit menular seksual yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.
Gejala HIV seringkali tidak langsung terlihat, dan banyak penderita awalnya tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
Namun, ada beberapa tanda dan ciri yang dapat muncul pada kulit penderita HIV yang perlu diwaspadai.
Dokter Saddam Ismail, yang dikutip dari YouTube-nya, menjelaskan bahwa meskipun gejala HIV awal-awal mirip dengan flu biasa, penyakit ini dapat mempengaruhi kulit seseorang.
Berikut beberapa ciri-ciri pada kulit yang dapat menjadi tanda-tanda awal HIV:
1. Kutil Kelamin: Penderita HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang membuat mereka rentan terhadap infeksi HPV (Human Papillomavirus). HPV dapat menyebabkan kutil kelamin. Meskipun kutil kelamin sendiri tidak berbahaya, mereka dapat meningkatkan risiko kanker pada penderita HIV.
2. Ruam HIV: Ruam pada kulit bisa menjadi tanda awal HIV. Ruam ini biasanya muncul di bagian atas tubuh seperti dada, punggung, dan perut. Ruam ini bisa gatal dan disertai dengan kulit kering.
3. Kudis atau Scabies: Kudis adalah infeksi yang disebabkan oleh tungau scabies. Ini dapat terjadi pada sela-sela jari, perut bawah, dan kaki. Gejala kudis termasuk gatal yang hebat dan munculnya kerak pada kulit.
4. Folikulitis Sinofilik: Penderita HIV dapat mengalami folikulitis sinofilik, yaitu peradangan pada folikel rambut. Ini dapat menyebabkan benjolan dan rasa gatal pada kulit.
5. Prurigo Nodularis: Prurigo nodularis adalah kondisi di mana benjolan keras muncul pada kulit dan disertai dengan rasa gatal. Benjolan ini biasanya muncul di leher, bahu, lengan, dan kaki.
6. Fotodermatitis: Penderita HIV dapat menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, yang dapat menyebabkan kulit memerah dan iritasi.(*)