SUARA BANDUNG BARAT - Benarkah sering ejakulasi bikin botak? Dokterh Haekal Anshari berikan penjelasan hingga penyebab seseorang mengalami kebotakan.
Ejakulasi merupakan proses fisiologis yang umumnya terjadi pada pria selama rangsangan seksual yang intens, yang menghasilkan pelepasan cairan sperma dari saluran ejakulasi ke luar tubuh melalui uretra.
Ini adalah bagian penting dari fungsi reproduksi laki-laki, yang memungkinkan sperma yang mengandung sel-sel reproduksi untuk mencapai rahim wanita dan berpotensi membuahi sel telur, yang kemudian dapat menghasilkan kehamilan.
Proses ejakulasi biasanya terdiri dari dua tahap utama yaitu tahap emisi dan tahap ejakulasi sebenarnya.
Tahap emisi melibatkan pengumpulan sperma dan cairan lainnya di vesikula seminalis dan kelenjar prostat, yang kemudian dikeluarkan ke dalam uretra.
Tahap ejakulasi sebenarnya terjadi ketika otot-otot di sekitar dasar penis berkontraksi dengan cepat, mengirimkan sperma ke luar melalui uretra dan menciptakan sensasi klimaks yang umumnya terkait dengan kenikmatan seksual.
Penting untuk dicatat bahwa ejakulasi adalah proses normal dan alami dalam aktivitas seksual pria.
Namun, setiap individu dapat mengalami variasi dalam pola ejakulasi mereka, dan dalam beberapa kasus, masalah seperti ejakulasi dini atau ejakulasi tertunda dapat mempengaruhi kehidupan seksual.
Banyak pria mencari nasihat medis atau terapi untuk mengatasi masalah semacam itu jika itu mengganggu kepuasan mereka dalam hubungan intim.
Baca Juga: Ini Dia Alasan Kenapa Film Dewasa Dilarang di Indonesia, Bukan Hanya Karena Alasan Agama!
Lantas untuk keterkaitannya dengan kebotakan bagaimana, benarkan sering ejakulai membuat seseorang menjadi botak?
Menjawab pertanyaan tersebut, Dokter Haekal Anshari menyebut jika kebotakan tidak ada kaitannya dengan sering ejakulasi atau tidak.
Sebagaimana dikutip bandungbarat.suara.com dari Tiktok @dr.haekalanshari, dampak sering ejakulasi yaitu terhadap volume dan kualitas sperma.
"Sebetulnya tidak ada kaitan antara sering ejakulasi dengan kebotakan, Kalau ejakulasinya sering, itu akan menyebabkan terjadinya penurunan volume dan kualitas sel sperma," jawab Dokter Haekal.
Adapun kebotakan menurutnya disebabkan karena pola hidup yang menyebabkan kerontokkan pada rambut, kondisi homonal, serta faktor genetik.
"Kebotakan disebabkan dipicu oleh faktor genetik, kemudian kondisi homonal, dan fakrot pola hidup yang menyebabkan terjadinya kerontokkan pada rambut," sambungnya.(*)