Rumah adat selanjutnya yakni Betang di mana rumah ini memiliki panjang sekitar 150 meter.
Rumah adat Betang terdiri dari 35 pintu di setiap gerbang yang ditempati 1 rumah tangga.
Rumah adat ini biasanya ditinggali oleh 5-6 kepala keluarga.
Ciri khas dari rumah ini adalah memanjang dengan ukuran sekitar 100-150 meter, lebar 50 meter dan tinggi 5 meter.
4. Rumah adat Bulungan
Rumah adat ini memiliki arsitektur yang dipengaruhi oleh kegiatan perdagangan hindia Belanda di Kalimantan.
Ciri khas dari rumah adat ini adalah memiliki ornamen bunga atau tumbuhan tropis serta tanduk dalam atapnya.
Dahulu, rumah adat ini berfungsi sebagai tempat untuk pertemuan penting pada masa kesultanan Bulungan.
5. Rumah adat Eweang
Sama seperti rumah adat lainnya, suku dayak Wahea juga memiliki rumah adat berbentuk panggung bernama Eweang.
Eweang merupakan rumah-rumah panggung tinggi yang saling terhubung dengan jembatan dan biasa disebut dengan teljung.
Jembatan ini difungsikan sebagai penghubung antar sesama suku.
Atap rumah adat ini banyak menggunakan seng dan seluruh rumahnya terbuat dari kayu.