Kalimantan Timur menyimpan banyak kerajinan tangan tradisional yang masih terus dilestarikan hingga kini.
Salah satunya adalah Seraung sebuah topi lebar yang khas digunakan oleh Suku Dayak.
Biasanya, Seraung digunakan sebagai pelindung sehari-sehari oleh masyarakat yang ada di Kalimantan.
Di Pulau Jawa, Seraung ini mirip dengan topi caping yang biasanya digunakan oleh para petani.
Seraung banyak ditemui oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah yang tinggal di Lekaq Kidau, Kalimantan Timur.
Sementara, Seraung ini terbuat dari daun biru yang disebut Suku Dayak dengan daun sang.
Daun sang adalah sejenis daun palem lebar yang tumbuh di hutan-hutan di Kalimantan.
Orang Dayak biasa menggunakan Seraung ketika pergi ke luar rumah terutama saat beraktivitas di hutan.
Biasa, orang yang menggunakan seraung adalah kaum wanita suku Dayak untuk menutupi kepala mereka dari teriknya sinar matahari.
Baca Juga: Cinta Laura Tersenyum Meski Dicuekin Agnez Mo, Netizen Beri Apresiasi
Seraung juga dimanfaatkan oleh mereka sebagai pelindung dari hewan buas yang ada dihutan.
Tetapi tidak hanya digunakan sebagai pelindung saja, Seraung juga sering dikenakan dalam upacara-upacara adat.
Seiring berjalannya waktu, Seraung juga ikut berkembang dan kini berwarna-warni cantik yang sering dipakai sebagai hiasan dinding.
Bahkan, Seraung juga dimanfaatkan sebagai souvenir berbentuk Seraung kecil untuk hiasan.