bestie

Jejak Flu Spanyol di Samarinda, Sempat Dipercaya Penyakit 'Santet'

Suara Bestie Suara.Com
Kamis, 28 September 2023 | 19:30 WIB
Jejak Flu Spanyol di Samarinda, Sempat Dipercaya Penyakit 'Santet'
Makam Belanda di Samarinda. (Laman kemendikbud)

Beberapa situs makam Belanda di Kota Samarinda rupanya menjadi jejak adanya keberadaan virus flu Spanyol.

Makam Belanda ini terletak di Jalan Arjuna, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Rupanya makam ini berhubungan dengan wabah kasus flu Spanyol yang menyerang dunia pada tahun 1918.

Seorang peneliti Belanda bernama Johan Eisenberger rupanya pernah mencatat kejadian aneh yang terjadi di Kalimantan.

Kejadian itu ditulis Johan Eisenberger dalam bukunya yang berjudul Kroniek van Zuider en Oosterafdeeling van Borneo atau Catatan Peristiwa di Wilayah Selatan dan Timur Borneo.

Kala itu, pada tahun 1918, hampir seluruh wilayah terjangkit penularan wabah kolera dan Spaansche Griep, termasuk di Kalimantan.

Diketahui wabah ini masuk ke Kalimantan pada gelombang ke 2 awal November 1918.

Saat itu, Residen yang berkedudukan di Banjarmasin telah mengirimkan telegram darurat yang menyatakan bahwa daerahnya terserang wabah inuenza. 

Dalam telegram tersebut, Residen Borneo Timur dan Selatan melaporkan sebanyak 1.424 orang di daerahnya telah tercatat menjadi korban penyakit inuenza. 

Baca Juga: Shin Tae Yong Tak Akan Berhenti Tambah Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia

Wabah ini masuk ke Kalimantan melalui lalu lintas pelabuhan yang ada di Banjarmasin dan Samarinda. 

Penyakit flu Spanyol yang dibawa pekerja kapal menulari pada pekerja pelabuhan lalu virus menyebar ke wilayah Balikpapan dan Samarinda termasuk daerah Sangasanga dan menyerang penduduk lokal. 

Tetapi, saat virus tersebut menyerang, beberapa penduduk lokal justru menganggapnya penyakit santet atau penyakit akibat ilmu supranatural.

Kendati demikian, ada juga yang menganggapnya sebagai penyakit lumrah sehingga banyak menelan korban jiwa.

Korban tersebut dikubur di Samarinda dan dari data yang diperoleh pada tahun 2015 ditemukan 8 (delapan) nisan berciri peninggalan kolonia di lokasi Pemakaman Keristen Kinibalu. 

Bentuk makam menyerupai peti berpenutup dilengkapi dengan alas berwarna abu-abu kehitaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI