Urbanisasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Cina

Doddy Rosadi

Selasa, 25 Maret 2014 | 12:39 WIB
Urbanisasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Cina
Ilustrasi: warga Cina. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah laporan yang dirilis Bank Dunia dengan Dewan Kenegaraan Republik Rakyat  Cina menyebutkan, pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat namun terkendali di Cina melalui penataan ulang kebutuhan lahan akan memberikan peluang bagi kaum pendatang untuk memiliki hunian di kawasan perkotaan, serta akses setara ke layanan publik yang mendasar.

Pertumbuhan ini juga akan mereformasi kondisi keuangan setempat, dengan adanya aliran pendapatan yang stabil, serta kesempatan bagi pemerintah daerah untuk meminjam secara langsung dalam kerangka peraturan ketat dari pemerintah pusat.

Seiring dengan semakin terkonsentrasinya penduduk Cina di kawasan perkotaan—jumlahnya meningkat sebanyak 200 juta dibanding 10 tahun lalu-- pemerintah perlu memperkuat penegakan peraturan berkenaan dengan lingkungan, serta mengurangi berbagai masalah kesehatan terkait polusi.

Laporan ini dipersiapkan selama 14 bulan terakhir. Beberapa laporan interim secara berkala telah disampaikan kepada para penentu kebijakan tertinggi di Cina, sebagai bahan masukan dalam diskusi kebijakan pemerintah terkait urbanisasi, yang memberikan landasan penting bagi penentuan kebijakan model baru dalam urbanisasi Cina.

“Agenda reformasi yang diajukan oleh laporan tersebut akan meningkatkan pendapatan para petani dari penjualan lahan, menyediakan lebih banyak layanan bagi kaum pendatang, serta mendorong pembiayaan yang lebih bertanggung jawab di kalangan pemerintah daerah. Agenda ini juga akan mendukung terwujudnya perencanaan perkotaan yang lebih hijau, dan pengelolaan lingkungan yang lebih kokoh, sehingga masyarakat dapat bernafas lebih baik,” ujar Jim Yong Kim, Presiden Bank Dunia, dalam siaran pers dari Bank Dunia yang diterima suara.com, Selasa (25/3/2014).

“Cina telah mengalami kemajuan yang luar biasa melalui uji cobanya pada tingkat daerah, yang kemudian dapat diperluas ke skala yang jauh lebih besar,” katanya.

“Urbanisasi merupakan suatu mesin penggerak yang sangat ampuh bagi perwujudan pertumbuhan ekonomi Cina yang berkelanjutan dan sehat,“ ujar Lou Jiwei, Menteri Keuangan Cina.

Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Cina berhasil membebaskan setengah milyar penduduk dari kemiskinan, melalui perkembangan urbanisasi pesat yang menciptakan lapangan kerja melimpah, lahan murah, serta infrastruktur yang baik.

Namun, walaupun Cina telah terhindar dari beberapa dampak negatif urbanisasi, beberapa tekanan mulai mengemuka akibat pengembangan lahan yang kurang efisien, dan mengarah ke pertumbuhan kawasan perkotaan dan kota mati, polusi yang mengancam kesehatan penduduk, serta lahan pertanian dan sumber daya air yang mulai langka.

Jumlah penduduk perkotaan Cina pada tahun 2030 diperkirakan akan meningkat ke sekitar satu miliar – atau mendekati 70 persen dari jumlah penduduknya, mendorong para pemimpin Cina untuk berupaya menerapkan proses urbanisasi yang lebih terkoordinir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:50 WIB

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:59 WIB

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi

Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:32 WIB

Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran

Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran

Foto | Senin, 06 April 2026 | 17:35 WIB

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:17 WIB

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:10 WIB

Urbanisasi Cepat dan Hilangnya Ruang Hidup Berkelanjutan

Urbanisasi Cepat dan Hilangnya Ruang Hidup Berkelanjutan

Your Say | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:10 WIB

Membongkar Mitos Kota Metropolitan: Apakah Masih Menjanjikan Masa Depan yang Lebih Baik?

Membongkar Mitos Kota Metropolitan: Apakah Masih Menjanjikan Masa Depan yang Lebih Baik?

Your Say | Minggu, 25 Januari 2026 | 16:05 WIB

Menyempitnya Ruang Hijau dan Kota yang Kehabisan Napas

Menyempitnya Ruang Hijau dan Kota yang Kehabisan Napas

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:24 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×