Ini Penyebab Maraknya Kecelakaan Pesawat di Asia Tenggara

Doddy Rosadi

Selasa, 30 Desember 2014 | 11:31 WIB
Ini Penyebab Maraknya Kecelakaan Pesawat di Asia Tenggara
Pesawat AirAsia. (Shutterstock)

Suara.com - Industri penerbangan Malaysia mengalami sejumlah tragedi sepanjang tahun ini. Tiga pesawat Malaysia hilang dan tidak ada satu pun penumpang yang selamat. Dimulai dari Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 pada Maret lalu.

Selang empat bulan kemudian, Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina. Terakhir, hari Minggu lalu, pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang tidak lama setelah lepas landas dari bandara Juanda, Surabaya dalam perjalanan menuju Singapura.

Tiga musibah di sepanjang tahun ini menimbulkan pertanyaan, amankah melakukan penerbangan di Asia Tenggara? Industri penerbangan di Asia Tenggara memang tengah naik daun, terutama maskapai penerbangan dengan tarif murah atau dikenal dengan istilah low cost carriers.

Meningkatkanya jumlah penumpang membuat sejumlah maskapai penerbangan melakukan ekspansi dengan cepat, bahkan bisa dikatakan terlalu cepat. Ekspansi terlalu cepat ini membuat frekwensi penerbangan semakin padat dan aturan tentang keselamatan penerbangan menjadi lemah. AirAsia merupakan salah satu maskapai penerbangan dengan tarif murah yang melakukan ekspansi besar-besaran.

Maskapai yang berdiri pada 1993 itu sudah berhasil mengalahkan Malaysia Airlines yang merupakan maskapai milik pemerintah Malaysia. AirAsia adalah maskapai pertama yang memperkenalkan skema tarif murah. Maskapai itu membuat semakin banyak orang dari berbagai macam lapisan yang bisa menggunakan moda transportasi pesawat udara.

Ekspansi besar-besaran juga dilakukan Lion Air, maskapai penerbangan dengan tarif murah di Indonesia. Pada 2013, Lion Air memesan 234 pesawat Airbus dan menambah lagi 40 unit Airbus pada bulan lalu. Sedangkan maskapai low cost carrier lainnya juga menambah rute mereka seperti Citilink, Tigerair dan Valuair.

Meningkatnya lalu lintas penerbangan di Asia Tenggara mempunyai dampak tersendiri. Semakin banyak pesawat yang diterbankan oleh pilot yang belum mempunyai jam terbang yang tinggi. Padahal, kondisi alam di Asia Tenggara masih dihuni oleh bukit, cuaca yang buruk dan juga rute yang sulit. Pilot AirAsia QZ8501 Iriyanto memang sudah mempunyai 6 ribu jam terbang.

Namun, belum ada informasi apakah dia sudah pernah terbang dengan ketinggian 34 ribu kaki atau lebih. Karena, semakin tinggi pesawat itu terbang akan semaki susah untuk dinavigasi. Sejumlah maskapai penerbangan low cost carrier mempunyai kecenderungan untuk merekrut staf yang berkualitas dan memaksa mereka untuk bekerja lebih lama. Sejumlah pilot Lion Air kedapatan mengonsumsi crystal methamphetamine yang bisa membuat mata melek terus.

Meningkatknya frekwensi penerbangan juga mempengaruhi kerja dari petugas menara kontrol, pilot da juga mekanis. Indonesia dikenal sebagai negara dengan manajemen udara yang buruk. Biaya yang dikeluarkan untuk petugas menara dan juga mekanis masih kecil.

Padahal, bertambahnya frekwensi penerbangan memerlukan tambahan petugas menara pengontrol, mekanis dan juga pilot yang terlatih untuk mengisi posisi itu. Apabila itu tidak bisa diterapkan, maka konsekuensi terburuk yang akna muncul adalah kecelakaan pesawat udara. (Businessweek)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Basarnas Telusuri Keterangan Dua Nelayan Pangkalan Bun

Basarnas Telusuri Keterangan Dua Nelayan Pangkalan Bun

News | Selasa, 30 Desember 2014 | 10:31 WIB

Terkini

Fasilitas Mewah di Balik Jeruji Disorot, Gerindra: Prabowo Serius soal Pembenahan Lapas!

Fasilitas Mewah di Balik Jeruji Disorot, Gerindra: Prabowo Serius soal Pembenahan Lapas!

Video | Rabu, 30 September 2026 | 16:05 WIB

Remisi Sakit Indra Kenz Diperiksa, Ada Risiko Ditarik Kembali ke Lapas

Remisi Sakit Indra Kenz Diperiksa, Ada Risiko Ditarik Kembali ke Lapas

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:02 WIB

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

×