Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Setelah MMM, OJK Temukan Tiga Investasi Bodong di Indonesia

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 10 April 2015 | 12:51 WIB
Setelah MMM, OJK Temukan Tiga Investasi Bodong di Indonesia
Rupiah (Antara)
Maraknya investasi bodong yang merebak di masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan saat ini tengah gencar melakukan penyelidikan investasi bodong selain Mavrodi Mondial Moneybox atau Manusia Membantu Manusia.

"Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan. Hasilnya ada beberapa yang sedang kami selidiki. Selain MMM, ada tiga jenis investasi lain yakni emas, umrah, haji. Ini tidak masuk akal karena memang imbal hasil terlalu besar, 30 persen-40persen, itu dari mana? Bisnis apa?" ujar Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Rusli Nasution di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Seperti diketahui, sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan mengaku mendapatkan ratusan keluhan terkait arisan berantai MMM.

"Ini menjadi tugas OJK karena sangat berpotensi merugikan masyarakat, kita dapat 235 yang menyampaikan keluhan ke OJK, tapi mungkin masih banyak masyarakat lain yang belum melaporkan hal itu," ujar anggota Dewan Komisionar OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetikno, Kamis (9/4/2015).

Investasi MMM ini, sempat terpuruk pada 2014 lalu, skema perputaran uang model Mavrodi Mondial Moneybook di Indonesia bangkit kembali. Kini investasi bodong tersebut kembali mencari mangsa baru. Bahkan mereka tak segan-segan menebar iklan televisi, koran hingga sejumlah situs di internet yang memiliki pengunjung yang tinggi.

Sayangnya, skema perputaran uang yang melibatkan masyarakat banyak itu secara hukum sulit dipertanggungjawabkan karena tidak memiliki izin.

Pasalnya MMM bukanlah badan usaha, melainkan hanya sebuah situs di internet di mana anggotanya saling mengirim dana dengan harapan bisa mendapat keuntungan sekitar 30 persen per bulan.

Keuntungan yang ditawarkan MMM memang sangat menggiurkan. Jadi wajar saja masyarakat selalu kepincut untuk berpartisipasi. Risiko di balik skema perputaran uang itu tertutup oleh iming-iming keuntungan yang besar.

Padahal, pihak Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawas industri keuangan sudah memberikan cap ilegal kepada MMM karena tidak memiliki izin terkait aktivitas pengumpulan dan perputaran uang di Indonesia. Risiko bagi masyarakat yang terlibat kegiatan MMM sangat tinggi, uang yang diputar atau disetor dalam komunitas yang menjadi member MMM bisa lenyap setiap saat karena tanpa jaminan sama sekali.

Hal inilah yang membuat OJK gencar melakukan penyelidikan terkait investasi bodong.

Sebenarnya, lanjut Rusli, penyelidikan OJK ini telah dilakukan sejak 2014 karena marak di masyarakat. Kendati demikian, OJK belum menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait kerugian dari investasi ini.

"Belum ada pengaduan. Tiga investasi ini terjadi di Pulau Jawa tapi bukan Jakarta. Ini sedang teliti dan mencari data," kata Rusli.

Menurutnya, investasi jual-beli emas tidak ada yang memberikan untung sebesar 30 persen hingga 40 persen. "Imbalnya ini besar. Kami curiga. Jual beli emas juga untungnya enggak sampai segitu," katanya.

Untuk investasi umrah dan haji, lanjut Rusli, masyarakat diiming-imingi setoran yang lebih ringan dari bayaran pada umumnya.

Selain itu, perusahaan penyedia jasa travel umrah dan haji ini menawarkan pemberangkatan yang lebih cepat dari biasanya.

"Mereka tawarkan umroh cuma Rp10juta-Rp15 juta. Padahal kan umumnya Rp20juta-Rp25 juta," kata Rusli.

Selain tiga praktik investasi bodong itu, OJK tengah menelisik investasi MMM yang kembali bangkit setelah sempat guling tikar pada tahun lalu. OJK mulai memanggil pelaku bisnis MMM, meskipun akhirnya tidak digubris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK: Program MMM Indonesia Tidak Punya Izin

OJK: Program MMM Indonesia Tidak Punya Izin

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:47 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×