Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ekonomi Lambat, Pedagang: Tanah Abang Sepi seperti Rumah Setan

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2015 | 19:21 WIB
Ekonomi Lambat, Pedagang: Tanah Abang Sepi seperti Rumah Setan
Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali memenuhi badan jalan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (1/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat pada triwulan I-2015 terjadi perlambatan ekonomi Indonesia. Penyebabnya karena pendapatan masyarakat menurun yang berdampak pada daya beli yang juga ikut turun. Dampak perlambatan ekonomi nampaknya sudah terlihat sejak akhir 2014. Salah satunya yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, para pedagang di Pasar Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan penurunan penjualan pada Selasa (5/5/2015), yang bertepatan dengan laporan BPS yang mencatat laju pertumbuhan ekonomi melambat.

Sekitar pukul 13.00 WIB, suara.com mencoba menyambangi pusat perbelanjaan Blok B Tanah Abang. Dari pantauan suara.com beberapa toko memilih untuk tutup lebih awal karena aktifitas belanja pengunjung yang menurun.

Boy (25), salah seorang pedagang celana jeans di lantai tiga, mengatakan beberapa bulan terakhir Pasar Tanah Abang yang biasanya ramai dikunjungi sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, kini sepi pengunjung.

“Biasanya kan jam 11 sampai jam dua siang itu jam-jamnya ramai. Tapi beberapa bulan terakhir pengunjung lagi sepi mbak. Terus pengunjung yang biasanya bisa beli borongan sekarang juga belinya semakin sedikit,” kata Boy saat dijumpai suara.com di tokonya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wulan (32), pemilik toko pakaian di Pasar Tanah Abang. Menurutnya, tiga bulan menjelang puasa, para calon pembeli dari luar kota sudah mulai memenuhi pasar Tanah Abang. Namun, saat ini kondisinya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya kalau menjelang puasa ini yang dari daerah udah pada datang, buat ngeborong. Tapi enggak tahu kenapa sampai sekarang masih sepi gini. Karena sepi para pedagang pada tutup lebih awal. Karena percuma juga buka, malah buang biaya listrik,” katanya.

Wulan mengaku sejak akhir 2014, pendapatan dari tokonya menurun akibat sepinya pengunjung.

“Biasanya bisa sampai Rp25 juta, sekarang mah cuma Rp5 juta mbak. Saya pusing ini gimana ya. Ya mau gimana lagi mbak, walau biasanya jam segini banyak pengunjung, tapi jam dua aja di sini udah kayak rumah setan, sepi banget. Tapi kita akan tetep jualan,” katanya.

Sepinya pasar dari para pengunjung mempengaruhi omset yang hanya mencapai Rp5-Rp10 juta per hari dari omset penjualan normal yang biasanya mencapai Rp25-Rp50 juta per hari.

Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat perdagangan pakaian dan tekstil di Jakarta Pusat masih menjadi pilihan utama bagi para pembeli yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa dari jenis pakaian jadi yang masih diincar yaitu celana jeans dan baju gamis.

Jenis celana yang sedang populer saat ini adalah celana jeans jenis street berwarna stone dan blit, baik itu celana pendek maupun celana panjang. Untuk pakaian lelaki tidak terlalu banyak model, seperti baju kaos dan kemeja. Sedangkan untuk pakaian perempuan, baju gamis masih menjadi pilihan sebagian besar pembeli.

Boy dan Wulan berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan yang dialami para pedagang agar tidak terus merugi akibat adanya pelemahan perumbuhan ekonomi belakangan ini.

“Ya semoga pemerintah bisa selesein dah secepatnya. Biar kita yang kecil-kecil gini enggak semakin susah,” kata Wulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Blusukan ke Tanah Abang, Ahok Diminta Ngelus Perut Ibu Hamil

Blusukan ke Tanah Abang, Ahok Diminta Ngelus Perut Ibu Hamil

News | Rabu, 15 April 2015 | 13:27 WIB

Ahok Minta Petugas Kebersihan Tegur Pembuang Sampah Sembarangan

Ahok Minta Petugas Kebersihan Tegur Pembuang Sampah Sembarangan

News | Rabu, 15 April 2015 | 12:32 WIB

Blok G Tanah Abang Sepi, Ahok Salahkan PSK

Blok G Tanah Abang Sepi, Ahok Salahkan PSK

News | Rabu, 15 April 2015 | 12:30 WIB

Ahok Pastikan Bangun Jembatan dari Stasiun ke Blok G Tanah Abang

Ahok Pastikan Bangun Jembatan dari Stasiun ke Blok G Tanah Abang

News | Rabu, 15 April 2015 | 12:07 WIB

Pagi Ini Ahok "Blusukan" ke Pasar Blok G Tanah Abang

Pagi Ini Ahok "Blusukan" ke Pasar Blok G Tanah Abang

News | Rabu, 15 April 2015 | 08:32 WIB

Djarot Dukung Ahok Bongkar Blok G yang Dulu Diresmikan Jokowi

Djarot Dukung Ahok Bongkar Blok G yang Dulu Diresmikan Jokowi

News | Kamis, 02 April 2015 | 02:49 WIB

Terkini

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB