Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Menpar: Festival Erau Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

Ririn Indriani

Selasa, 23 Agustus 2016 | 12:40 WIB
Menpar: Festival Erau Beri Dampak Ekonomi Masyarakat
Ngulur Naga, salah satu ritual adat yang menarik dan unik saat pelaksanaan Erau di Tenggarong (Antara Kaltim/Hayru Abdi)

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengapresiasi Festival Erau 2016, yang diselenggarakan pada 20-28 Agustus 2016, di Kota Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim). Dia kembali mengingatkan agar event yang sudah direncanakan sejak lama itu dipublikasikan dengan baik.

“Idealnya, publishing atau promosi melalui media adalah 50 persen dari biaya operasional festival itu sendiri,” kata Arief, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mengapa? Penyelenggaraan event seperti festival memiliki dua dampak, yaitu direct impact dan indirect impact. Direct impact merupakan pengaruh langsung dari event tersebut kepada sosial ekonomi masyarakat. Biasanya dampak langsung tidak sebesar indirect impact, maksimal hanya 30 persen.

“Sisanya, yang 70 persen adalah media value, yang membuat Festival Erau mampu mengangkat nama Kutai Kartanegara dan Kaltim di seluruh dunia. Hal ini akan membangun brand Kutai dengan lebih kuat,” jelas Menpar yang ahli marketing dan digital itu.

Menurut Arief, 60 persen penyumbang kunjungan wisatawan ke suatu tempat adalah karena faktor keakraban budaya, 35 persen nature atau keindahan alam, dan sisanya 5 persen, merupakan man made atau buatan manusia. Event dengan musik, sport tourism, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), dan lainnya, termasuk dalam kategori man made.

“Karena pengaruhnya hanya 5 persen, maka harus dimaksimalkan di publishing yang bagus dan mengena,” kata Menpar.

Komposisi publishing seharusnya 50 persen pada saat sebelum pelaksanaan (pre event), 30 persen saat pelaksanaan (on event), dan 20 persen setelah even (post even). Mengapa post event harus tetap ada?

“Untuk menjaga dan mengabadikan even yang sudah digelar. Hal ini penting untuk ditindaklanjuti dan apa saja yang bisa dikembangkan ke depan. Sedangkan, on event biasanya sudah diliput oleh media yang tertarik, karena factor news value-nya,” katanya.

Budaya Kutai Sudah Ada Sejak 1.300
Kebudayaan Kutai Kartanegara cukup dikenal dalam sejarah, karena merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia, yang berdiri sejak 1.300.

”Kami akan menampilkan upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pentas seni dan budaya, lomba olahraga tradisional, lomba perahu naga, lomba perahu motor, expo dan pesta rakyat. Pasti meriah,” ujar Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Kutai adalah kesultanan bercorak Islam, yang didirikan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti, di Kutai Lama. Kerajaan itu berakhir pada 1960.

Menurut Rita, akan ada festival seni tradisi internasional, yang akan diikuti negara-negara anggota International Council of Organization of Folklore Festivals (CIOFF) bersama dengan Festival Erau pada 20-28 Agustus 2016.

“Akan ada banyak acara, juga banyak sensasi budaya yang layak dilihat dan menjadi hiburan tersendiri,” katanya.

Upacara Erau, pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian, ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), upacara Erau diadakan lagi.

Sejak itulah Erau selalu diadakan pada setiap terjadi penggantian atau penobatan raja-raja Kutai Kartanegara.Dalam perkembangannya, upacara Erau, selain sebagai upacara penobatan raja, juga bertujuan untuk pemberian gelar dari raja kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang dianggap berjasa terhadap kerajaan.

Dalam upacara Erau ini, sultan serta kerabat keraton lainnya memberikan jamuan makan kepada rakyat, dengan memberikan pelayanan sebaik-baiknya sebagai tanda terima kasihatas pengabdian rakyatnya.

Pelaksanaan Erau yang terakhir, menurut tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara, dilaksanakan pada 1965, ketika upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.

Dalam usaha pelestarian budaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kutai, festival Erau baru diadakan pada 1971 atas prakarsa Bupati Kutai saat itu, Drs H Achmad Dahlan. Upacara ini dilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun Kota Tenggarong, yang berdiri sejak 29 September 1782.

Kini, kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai telah menjadikan Erau sebagai pesta budaya, yakni dengan menetapkan waktu pelaksanaan Erau secara rutin. Selain itu, Festival Erau telah masuk dalam calendar of events pariwisata nasional, tidak lagi dikaitkan dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara, tetapi lebih bervariasi pada berbagai penampilan ragam seni dan budaya yang ada, serta hidup dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Kutai.

Kota Tenggarong, atau nama awalnya, Tepian Pandan, merupakan Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim. Dulunya, kota ini merupakan Ibu Kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan berdiamnya makam para raja.

Di Kota Tenggarong ada beberapa tujuan wisata, seperti Pulau Kumala dengan fasilitas taman hiburan, kereta gantung, dan tower setinggi 100 meter. Ada pula Museum Mulawarman dan Kedaton Kutai Kartanegara.

Untuk menuju Tenggarong, Anda dapat mengarahkan penerbangan melalui Bandara Sepinggan di Balikpapan. Berikutnya, dilanjutkan perjalanan darat menuju Kota Tenggarong sekitar 3 jam lebih. Anda dapat menyambangi Kota Tenggarong dari Samarinda dengan perjalanan darat selama 45 menit.

Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Putu Ngurah, mengatakan, Kemenpar memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan even-even menarik di Tanah Air yang dapat mendatangkan kunjungan wisatawan. Salah satunya, Erau International Folks Art Festival (EIFAF), yang sudah berjalan cukup lama  dan menjadi even unggulan masyarakat Kutai Kartanegara.

“Even EIFAF menjadi magnet yang kuat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kutai Kartanegara, yang tahun lalu sebanyak 1.450.748 orang, atau naik dua digit," kata Putu Ngurah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Segera Bikin e-KTP Sebelum 30 September!

Yuk, Segera Bikin e-KTP Sebelum 30 September!

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:15 WIB

Keren, Danau Toba dan Prambanan Jadi "Trending Topic"

Keren, Danau Toba dan Prambanan Jadi "Trending Topic"

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2016 | 18:02 WIB

Lampung Selenggarakan Festival Krakatau

Lampung Selenggarakan Festival Krakatau

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2016 | 17:06 WIB

Terkini

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

×