Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Menpar: Festival Erau Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

Ririn Indriani

Selasa, 23 Agustus 2016 | 12:40 WIB
Menpar: Festival Erau Beri Dampak Ekonomi Masyarakat
Ngulur Naga, salah satu ritual adat yang menarik dan unik saat pelaksanaan Erau di Tenggarong (Antara Kaltim/Hayru Abdi)

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengapresiasi Festival Erau 2016, yang diselenggarakan pada 20-28 Agustus 2016, di Kota Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim). Dia kembali mengingatkan agar event yang sudah direncanakan sejak lama itu dipublikasikan dengan baik.

“Idealnya, publishing atau promosi melalui media adalah 50 persen dari biaya operasional festival itu sendiri,” kata Arief, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mengapa? Penyelenggaraan event seperti festival memiliki dua dampak, yaitu direct impact dan indirect impact. Direct impact merupakan pengaruh langsung dari event tersebut kepada sosial ekonomi masyarakat. Biasanya dampak langsung tidak sebesar indirect impact, maksimal hanya 30 persen.

“Sisanya, yang 70 persen adalah media value, yang membuat Festival Erau mampu mengangkat nama Kutai Kartanegara dan Kaltim di seluruh dunia. Hal ini akan membangun brand Kutai dengan lebih kuat,” jelas Menpar yang ahli marketing dan digital itu.

Menurut Arief, 60 persen penyumbang kunjungan wisatawan ke suatu tempat adalah karena faktor keakraban budaya, 35 persen nature atau keindahan alam, dan sisanya 5 persen, merupakan man made atau buatan manusia. Event dengan musik, sport tourism, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), dan lainnya, termasuk dalam kategori man made.

“Karena pengaruhnya hanya 5 persen, maka harus dimaksimalkan di publishing yang bagus dan mengena,” kata Menpar.

Komposisi publishing seharusnya 50 persen pada saat sebelum pelaksanaan (pre event), 30 persen saat pelaksanaan (on event), dan 20 persen setelah even (post even). Mengapa post event harus tetap ada?

“Untuk menjaga dan mengabadikan even yang sudah digelar. Hal ini penting untuk ditindaklanjuti dan apa saja yang bisa dikembangkan ke depan. Sedangkan, on event biasanya sudah diliput oleh media yang tertarik, karena factor news value-nya,” katanya.

Budaya Kutai Sudah Ada Sejak 1.300
Kebudayaan Kutai Kartanegara cukup dikenal dalam sejarah, karena merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia, yang berdiri sejak 1.300.

”Kami akan menampilkan upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pentas seni dan budaya, lomba olahraga tradisional, lomba perahu naga, lomba perahu motor, expo dan pesta rakyat. Pasti meriah,” ujar Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Kutai adalah kesultanan bercorak Islam, yang didirikan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti, di Kutai Lama. Kerajaan itu berakhir pada 1960.

Menurut Rita, akan ada festival seni tradisi internasional, yang akan diikuti negara-negara anggota International Council of Organization of Folklore Festivals (CIOFF) bersama dengan Festival Erau pada 20-28 Agustus 2016.

“Akan ada banyak acara, juga banyak sensasi budaya yang layak dilihat dan menjadi hiburan tersendiri,” katanya.

Upacara Erau, pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian, ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), upacara Erau diadakan lagi.

Sejak itulah Erau selalu diadakan pada setiap terjadi penggantian atau penobatan raja-raja Kutai Kartanegara.Dalam perkembangannya, upacara Erau, selain sebagai upacara penobatan raja, juga bertujuan untuk pemberian gelar dari raja kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang dianggap berjasa terhadap kerajaan.

Dalam upacara Erau ini, sultan serta kerabat keraton lainnya memberikan jamuan makan kepada rakyat, dengan memberikan pelayanan sebaik-baiknya sebagai tanda terima kasihatas pengabdian rakyatnya.

Pelaksanaan Erau yang terakhir, menurut tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara, dilaksanakan pada 1965, ketika upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.

Dalam usaha pelestarian budaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kutai, festival Erau baru diadakan pada 1971 atas prakarsa Bupati Kutai saat itu, Drs H Achmad Dahlan. Upacara ini dilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun Kota Tenggarong, yang berdiri sejak 29 September 1782.

Kini, kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai telah menjadikan Erau sebagai pesta budaya, yakni dengan menetapkan waktu pelaksanaan Erau secara rutin. Selain itu, Festival Erau telah masuk dalam calendar of events pariwisata nasional, tidak lagi dikaitkan dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara, tetapi lebih bervariasi pada berbagai penampilan ragam seni dan budaya yang ada, serta hidup dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Kutai.

Kota Tenggarong, atau nama awalnya, Tepian Pandan, merupakan Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim. Dulunya, kota ini merupakan Ibu Kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan berdiamnya makam para raja.

Di Kota Tenggarong ada beberapa tujuan wisata, seperti Pulau Kumala dengan fasilitas taman hiburan, kereta gantung, dan tower setinggi 100 meter. Ada pula Museum Mulawarman dan Kedaton Kutai Kartanegara.

Untuk menuju Tenggarong, Anda dapat mengarahkan penerbangan melalui Bandara Sepinggan di Balikpapan. Berikutnya, dilanjutkan perjalanan darat menuju Kota Tenggarong sekitar 3 jam lebih. Anda dapat menyambangi Kota Tenggarong dari Samarinda dengan perjalanan darat selama 45 menit.

Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Putu Ngurah, mengatakan, Kemenpar memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan even-even menarik di Tanah Air yang dapat mendatangkan kunjungan wisatawan. Salah satunya, Erau International Folks Art Festival (EIFAF), yang sudah berjalan cukup lama  dan menjadi even unggulan masyarakat Kutai Kartanegara.

“Even EIFAF menjadi magnet yang kuat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kutai Kartanegara, yang tahun lalu sebanyak 1.450.748 orang, atau naik dua digit," kata Putu Ngurah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Segera Bikin e-KTP Sebelum 30 September!

Yuk, Segera Bikin e-KTP Sebelum 30 September!

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:15 WIB

Keren, Danau Toba dan Prambanan Jadi "Trending Topic"

Keren, Danau Toba dan Prambanan Jadi "Trending Topic"

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2016 | 18:02 WIB

Lampung Selenggarakan Festival Krakatau

Lampung Selenggarakan Festival Krakatau

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2016 | 17:06 WIB

Terkini

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

×