Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:58 WIB
Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan
Penandatanganan MoU antara INACOM dengan BavAIRia di Jakarta, Selasa (18/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Industri komponen otomotif di dalam negeri mulai bertransformasi menjadi tulang punggung industri komponen kedirgantaraan internasional. Industri komponen nasional saat ini sebagian besar mampu mengolah bahan baku berbasis logam, karet dan plastik dengan tingkat presisi yang cukup tinggi dan didukung oleh teknologi canggih.

“Kami akan mendorong industri komponen otomotif kita menjadi vendor di global value chain industri komponenaircraft,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM) dengan Asosiasi Industri Komponen Pesawat Terbang BavAIRia di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

MoU ditandatangani oleh Presiden INACOM Andi Alisjahbana dan CEO Aerospace Cluster, bavAIRia e.V Peter Schwarz. Bersama Menperin, turut menyaksikan Wakil Menteri Hubungan Ekonomi dan Media, Energi dan Teknologi Bavaria, Franz Josef Pschierer serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan.

Kerja sama ini untuk saling mendukung pengembangan dan penguatan industri komponen penerbangan kedua negara. “Isi MoU, antara lain meliputi kerja sama pertukaran di bidang informasi, teknologi, dan promosi industri komponen kedua pihak,” ujar Airlangga. MoU akan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

Menperin juga mengharapkan, kesepakatan bilateral tersebut, akan mendorong industri komponen dalam negeri dapat lebih berdaya saing di tingkat global dan akan banyak dilibatkan pada proyek yang dijalankan BavAIRia. “Di Bavaria, cukup banyak industri kecil dan menengah di sektor komponen yang menjadi vendor Airbus dan Eurocopter,” tutur Airlangga.

Sementara itu, kepada pemerintah Bavaria, Airlangga meminta agar dapat dibangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Apalagi, Indonesia tengah didorong menjadi bagian penting dari rantai pasok dalam pembuatan komponen maupun desain teknik industri pesawat internasional seperti Airbus dan Boeing.

“Apalagi, Indonesia saat ini memiliki daya saing yang cukup tinggi, yaitu kemampuan engineering dan upah tenaga kerja yang lebih kompetitif sehingga pembuatan komponen lebih efisien,” ujarnya. Selain itu, pemerintah Jerman khususnya Bavaria diharapkan juga dapat membantu Indonesia dalam meyakinkan Airbus untuk membuka pusat teknisinya di Indonesia.

“Dukungan lainnya, agar industri kedirgantaraan di Indonesia mendapatkan sertifikasi khususnya dariEuropean Aviation Safety Agency (EASA),” ungkapnya. Diharapkan juga, kedua negara dapat meningkatkan kerja sama dalam bidang desain, riset dan pengembangan, produksi, serta sumber daya manusia guna mendorong pengembangan industri pesawat.

Industri penerbangan tumbuh

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menjelaskan, industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami  pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang maupun untuk arus barang.

“Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir, sedangkan jumlah penumpang udara internasional hingga naik sekitar 8 persen dan Indonesia adalah merupakan negara terbesar ke-3 di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India,” paparnya.

Saat ini, lanjut Airlangga, Indonesia telah memiliki infrastruktur dalam rangka pengembangan industri kedirgantaraan, diantaranya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama PT. Dirgantara Indonesia (DI) sedang mengembangkan pesawat jenis N219, yaitu pesawat berpenumpang 19 orang yang selanjutnya akan terus dikembangkan pesawat jenis N245 dan pesawat N270.

“PT. DI sebagai BUMN sampai saat ini telah memproduksi beberapa jenis pesawat berbasis propeler dan beberapa jenis helikopter yang merupakan join produksi dengan Bell Helicopter dan Eurocopter,” ungkapnya. Sedangkan, di sektor swasta, PT. Regio Aviasi Industri juga sedang mengembangkan pesawat R80, yaitu pesawat berpenumpang 80-90 orang yang diinisiasi oleh B.J. Habibie.

Sementara itu, Putu menyampaikan, Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional. Fasilitasi yang telah dilakukan, antara lain terbentuknya Asosiasi Industri Pesawat dan Komponen Pesawat atau Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) yang anggotanya terdiri dari berbagai industri berbasis logam, karet, plastik, serta lembaga riset dan konsultan bidang kedirgantaraan.

Di sisi lain, Putu mengatakan, potensi pasar dalam negeri untuk industri jasa perawatan dan perbaikanpesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) nasional cukup besar. Pada tahun 2014, potensi tersebutmencapai 1 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) dan diprediksikan naik sebesar 2 miliar Dolar AS pada tahun 2019. “Melihat besarnyaperkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia, itu akan membuka peluang bagitumbuhnya industri pesawat udara, komponen pesawat dan MRO di Indonesia,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:21 WIB

20 Industri Makanan-Minuman Nasional Promosi di Paris

20 Industri Makanan-Minuman Nasional Promosi di Paris

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:06 WIB

Kemenperin Bina Perajin Tenun Ulos di Sumut

Kemenperin Bina Perajin Tenun Ulos di Sumut

Lifestyle | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:01 WIB

Menperin Minta Daihatsu Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

Menperin Minta Daihatsu Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 14:55 WIB

Pabrik Kompresor AC Mobil Mulai Beroperasi di Cikarang

Pabrik Kompresor AC Mobil Mulai Beroperasi di Cikarang

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:37 WIB

Industri Multimedia Animasi  Tumbuh Pesat

Industri Multimedia Animasi Tumbuh Pesat

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:35 WIB

Kemenperin Gelar Lomba Desain Tenun di Sail Selat Karimata 2016

Kemenperin Gelar Lomba Desain Tenun di Sail Selat Karimata 2016

Lifestyle | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:30 WIB

Ke Jepang, Menperin Tangkap Peluang Investasi Sektor Industri

Ke Jepang, Menperin Tangkap Peluang Investasi Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:24 WIB

Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:23 WIB

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:09 WIB

Terkini

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:24 WIB

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:21 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:08 WIB

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:54 WIB

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:02 WIB

×