Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:58 WIB
Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan
Penandatanganan MoU antara INACOM dengan BavAIRia di Jakarta, Selasa (18/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Industri komponen otomotif di dalam negeri mulai bertransformasi menjadi tulang punggung industri komponen kedirgantaraan internasional. Industri komponen nasional saat ini sebagian besar mampu mengolah bahan baku berbasis logam, karet dan plastik dengan tingkat presisi yang cukup tinggi dan didukung oleh teknologi canggih.

“Kami akan mendorong industri komponen otomotif kita menjadi vendor di global value chain industri komponenaircraft,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM) dengan Asosiasi Industri Komponen Pesawat Terbang BavAIRia di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

MoU ditandatangani oleh Presiden INACOM Andi Alisjahbana dan CEO Aerospace Cluster, bavAIRia e.V Peter Schwarz. Bersama Menperin, turut menyaksikan Wakil Menteri Hubungan Ekonomi dan Media, Energi dan Teknologi Bavaria, Franz Josef Pschierer serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan.

Kerja sama ini untuk saling mendukung pengembangan dan penguatan industri komponen penerbangan kedua negara. “Isi MoU, antara lain meliputi kerja sama pertukaran di bidang informasi, teknologi, dan promosi industri komponen kedua pihak,” ujar Airlangga. MoU akan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

Menperin juga mengharapkan, kesepakatan bilateral tersebut, akan mendorong industri komponen dalam negeri dapat lebih berdaya saing di tingkat global dan akan banyak dilibatkan pada proyek yang dijalankan BavAIRia. “Di Bavaria, cukup banyak industri kecil dan menengah di sektor komponen yang menjadi vendor Airbus dan Eurocopter,” tutur Airlangga.

Sementara itu, kepada pemerintah Bavaria, Airlangga meminta agar dapat dibangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Apalagi, Indonesia tengah didorong menjadi bagian penting dari rantai pasok dalam pembuatan komponen maupun desain teknik industri pesawat internasional seperti Airbus dan Boeing.

“Apalagi, Indonesia saat ini memiliki daya saing yang cukup tinggi, yaitu kemampuan engineering dan upah tenaga kerja yang lebih kompetitif sehingga pembuatan komponen lebih efisien,” ujarnya. Selain itu, pemerintah Jerman khususnya Bavaria diharapkan juga dapat membantu Indonesia dalam meyakinkan Airbus untuk membuka pusat teknisinya di Indonesia.

“Dukungan lainnya, agar industri kedirgantaraan di Indonesia mendapatkan sertifikasi khususnya dariEuropean Aviation Safety Agency (EASA),” ungkapnya. Diharapkan juga, kedua negara dapat meningkatkan kerja sama dalam bidang desain, riset dan pengembangan, produksi, serta sumber daya manusia guna mendorong pengembangan industri pesawat.

Industri penerbangan tumbuh

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menjelaskan, industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami  pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang maupun untuk arus barang.

“Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir, sedangkan jumlah penumpang udara internasional hingga naik sekitar 8 persen dan Indonesia adalah merupakan negara terbesar ke-3 di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India,” paparnya.

Saat ini, lanjut Airlangga, Indonesia telah memiliki infrastruktur dalam rangka pengembangan industri kedirgantaraan, diantaranya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama PT. Dirgantara Indonesia (DI) sedang mengembangkan pesawat jenis N219, yaitu pesawat berpenumpang 19 orang yang selanjutnya akan terus dikembangkan pesawat jenis N245 dan pesawat N270.

“PT. DI sebagai BUMN sampai saat ini telah memproduksi beberapa jenis pesawat berbasis propeler dan beberapa jenis helikopter yang merupakan join produksi dengan Bell Helicopter dan Eurocopter,” ungkapnya. Sedangkan, di sektor swasta, PT. Regio Aviasi Industri juga sedang mengembangkan pesawat R80, yaitu pesawat berpenumpang 80-90 orang yang diinisiasi oleh B.J. Habibie.

Sementara itu, Putu menyampaikan, Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional. Fasilitasi yang telah dilakukan, antara lain terbentuknya Asosiasi Industri Pesawat dan Komponen Pesawat atau Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) yang anggotanya terdiri dari berbagai industri berbasis logam, karet, plastik, serta lembaga riset dan konsultan bidang kedirgantaraan.

Di sisi lain, Putu mengatakan, potensi pasar dalam negeri untuk industri jasa perawatan dan perbaikanpesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) nasional cukup besar. Pada tahun 2014, potensi tersebutmencapai 1 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) dan diprediksikan naik sebesar 2 miliar Dolar AS pada tahun 2019. “Melihat besarnyaperkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia, itu akan membuka peluang bagitumbuhnya industri pesawat udara, komponen pesawat dan MRO di Indonesia,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:21 WIB

20 Industri Makanan-Minuman Nasional Promosi di Paris

20 Industri Makanan-Minuman Nasional Promosi di Paris

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:06 WIB

Kemenperin Bina Perajin Tenun Ulos di Sumut

Kemenperin Bina Perajin Tenun Ulos di Sumut

Lifestyle | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:01 WIB

Menperin Minta Daihatsu Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

Menperin Minta Daihatsu Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 14:55 WIB

Pabrik Kompresor AC Mobil Mulai Beroperasi di Cikarang

Pabrik Kompresor AC Mobil Mulai Beroperasi di Cikarang

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:37 WIB

Industri Multimedia Animasi  Tumbuh Pesat

Industri Multimedia Animasi Tumbuh Pesat

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:35 WIB

Kemenperin Gelar Lomba Desain Tenun di Sail Selat Karimata 2016

Kemenperin Gelar Lomba Desain Tenun di Sail Selat Karimata 2016

Lifestyle | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:30 WIB

Ke Jepang, Menperin Tangkap Peluang Investasi Sektor Industri

Ke Jepang, Menperin Tangkap Peluang Investasi Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:24 WIB

Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:23 WIB

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:09 WIB

Terkini

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

×