Genjot Industri Perikanan, KKP Gandeng Denmark dan Norwegia

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 28 November 2016 | 13:44 WIB
Genjot Industri Perikanan, KKP Gandeng Denmark dan Norwegia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan sambutan dalam peresmian kerjasama KKP dengan Denmard, di Jakarta, Senin (28/11/2016). [Dok KKP]

Dalam rangka mewujudkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan, pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung industri perikanan melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama bisnis antar stakeholder di bidang kelautan dan perikanan. Salah satu kerja sama antarnegara yang dilakukan KKP di sektor kelautan dan perikanan adalah dengan Norwegia dan Denmark. Kedua negara ini dikenal sebagai negara pelopor dalam bidang kemaritiman di dunia.

Demi terlaksananya kerja sama bisnis yang baik, KKP secara rutin mengadakan Marine and Fisheries Business and Investment Forum untuk mendorong perkembangan inovasi bisnis di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Dimana untuk penyelenggaraan kali ini, KKP berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Denmark dan Norwegia serta Kementerian Perhubungan.

“Saya senang karena Marine and Fisheries Business and Investment Forum ini rutin kita lakukan tiap bulan dan hari ini saya senang karena Norwegia dan Denmark dapat bergabung dengan kita dalam forum ini. Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki potensi yang mumpuni di sektor kelautan dan perikanan untuk bekerja sama dengan Norwegia dan Denmark,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya di Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Acara ini merupakan tindak lanjut kunjungan Pemerintah Denmark dan Norwegia ke Jakarta pada tahun 2015, serta kelanjutan forum bisnis dan investasi yang telah diselenggarakan KKP pada Januari 2016 yang mengundang Kedutaan Besar Norwegia dan Denmark untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur dan fasilitas dalam lingkup perikanan tangkap, pengawasan laut, sistem rantai dingin, dan industri pengolahan.

"Dengan Norwegia dan Denmark, kita akan bisa mengembangkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dengan lebih baik. Visi Pemerintah Indonesia dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maritim pun akan terwujud,” ujar Susi.

Dalam acara ini, hadir 33 perusahaan dari Denmark dan Norwegia yang akan memberikan penawaran kerjasama bisnis dan investasi kepada Pemerintah Indonesia dan pelaku bisnis Indonesia di sektor kelautan dan perikanan baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerjasama antara KKP dengan Kementerian Perhubungan sebagai upaya pemberantasan pencurian ikan yang ditempuh melalui program Penguatan Armada Kapal Perikanan Nasional. Adapun kerjasama yang disepakati adalah tentang optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak, guna aksesibilitas percepatan pelayanan pengukuran ulang kapal penangkap ikan diantaranya eks cantrang, dan pelayanan perizinan terpadu.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama ini, akan dibuat Surat Keputusan Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Perhubungan Tentang Pembentukan Sistem Administrasi Manungggal Satu Atap Di Bidang Perikanan (SAMSAT Perikanan).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, kerja sama Kementerian Perhubungan dengan KKP dapat mewujudkan sistem baru dalam transportasi di Indonesia, khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan. “Di sini ada Norwegia dan Denmark. Kita berharap Indonesia dapat berkembang dalam bidang kemaritiman layaknya dua negara ini. Nantinya kita akan hadirkan sistem baru dalam bidang transportasi di Indonesia. Untuk itu, kita harus bekerja sama dalam mewujudkannya,” ujar Budi.

Ajak Masyarakat Tidak Bosan Konsumsi Ikan, KKP Gelar Lomba Inovasi Menu Makanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) hari ini (28/11) juga menggelar lomba inovasi menu masakan berbahan baku ikan tingkat nasional ke-2 tahun 2016, di areal parkir Gedung Mina Bahari III, Kantor KKP Jakarta.

Kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) ke-3 tahun 2016 diikuti oleh para generasi muda (berusia maksimal 25 tahun) yang merupakan Juara I tingkat Provinsi. Lomba ini diikuti 60 Peserta dari 30 provinsi untuk menujukan keterampilan dan inovasi cipta menu masakan berbahan baku ikan kategori menu pembuka (appetizer) dan menu utama (main course).

Lomba tersebut merupakan salah satu program Quick Win yang diselenggarakan dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi kreatif berbasis kuliner hasil laut sekaligus peningkatan konsumsi ikan khususunya bagi generasi muda.

"Dipilihnya generasi muda sebagai peserta lomba didasari oleh pertimbangan bahwa para generasi muda merupakan masa depan bangsa yang memiliki posisi strategis dalam lingkungan sosial masyarakat sekaligus sebagai penerus budaya", ungkap Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal PDS PKP di Jakarta, Senin (28/11).

Melalui generasi muda, diharapkan dapat melakukan penyebarluasan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi ikan dan secara keseluruhan mendorong terjadinya transformasi budaya masyarakat menjadi gemar mengkonsumsi ikan secara masif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia akan Jadi Produsen Ikan Hias Nomor 1 Dunia Tahun 2019

Indonesia akan Jadi Produsen Ikan Hias Nomor 1 Dunia Tahun 2019

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 15:03 WIB

KKP Dorong Peningkatan Akses Produk Perikanan

KKP Dorong Peningkatan Akses Produk Perikanan

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:23 WIB

Menteri Susi Akui Mutiara Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Indonesia

Menteri Susi Akui Mutiara Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Indonesia

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:16 WIB

Menteri Susi Butuh Interpol untuk Berantas Pencurian Ikan

Menteri Susi Butuh Interpol untuk Berantas Pencurian Ikan

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:10 WIB

KKP Beberkan Kasus 9 Kapal Pencuri Ikan di Benoa, Bali

KKP Beberkan Kasus 9 Kapal Pencuri Ikan di Benoa, Bali

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 10:10 WIB

Ini Jurus KKP Untuk Memberantas Illegal Fishing

Ini Jurus KKP Untuk Memberantas Illegal Fishing

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 09:44 WIB

Menteri Susi Percepat Penegakan Hukum Illegal Fishing

Menteri Susi Percepat Penegakan Hukum Illegal Fishing

Foto | Selasa, 08 November 2016 | 15:52 WIB

KKP Siapkan Nelayan Indramayu Melaut di Arafuru

KKP Siapkan Nelayan Indramayu Melaut di Arafuru

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 11:16 WIB

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 15:07 WIB

Susi Klaim Kenaikan PDB dari Perikanan Tertinggi Dibanding Dulu

Susi Klaim Kenaikan PDB dari Perikanan Tertinggi Dibanding Dulu

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:08 WIB

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'

Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:57 WIB

IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan

IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB