5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

Angelina Donna

Rabu, 04 Oktober 2017 | 21:06 WIB
5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

Suara.com - Mengukur kesehatan keuangan mungkin bisa sesederhana hitungan antara beban utang dengan aset atau antara pasak dengan tiang. Namun, bila Anda menginginkan kondisi finansial yang sehat dalam jangka panjang, Anda perlu lebih serius memantau kondisi keuangan Anda dari waktu ke waktu.

Memiliki laporan keuangan pribadi adalah langkah penting supaya Anda mudah melihat isi jerohan keuangan pribadi Anda. Memiliki laporan keuangan pribadi juga memudahkan Anda mengecek tingkat kesehatan keuangan melalui berbagai macam indikator.

Berikut ini 5 indikator yang bisa Anda gunakan untuk mengukur kesehatan dompet Anda seperti disarikan oleh HaloMoney.co.id:

1.Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Likuiditas menggambarkan kemampuan sebuah aset diubah secara cepat dan mudah menjadi bentuk uang tunai. Dengan mengetahui rasio likuiditas ini, Anda bisa mengetahui seberapa besar kemampuan kantong Anda membiayai pengeluaran berkelanjutan ketika di tengah jalan terjadi guncangan pendapatan, seperti PHK atau kematian. Rasio ini biasanya juga digunakan untuk menentukan kebutuhan dana darurat, juga untuk menutup pengeluaran tak terduga yang tidak bisa ditutup oleh asuransi.

Rasio likuiditas bisa Anda peroleh dengan membagi jumlah aset berupa kas atau setara kas dibagi dengan jumlah pengeluaran bulanan. Satuannya adalah bulan.

Sebagai contoh, anggaplah nilai dana tunai yang Anda miliki berikut aset setara kas seperti tabungan, deposito, emas, jumlahnya adalah Rp40 juta. Sedangkan besar pengeluaran rutin bulanan Anda mencapai Rp5 juta. Maka, rasio likuiditas Anda adalah= 40 juta/5 juta= 8 bulan.

Berarti, aset likuid yang Anda miliki saat ini bisa menyokong beban pengeluaran Anda selama 8 bulan dalam kondisi Anda tidak memiliki pendapatan. Dalam prinsip keuangan yang sehat, benchmark yang digunakan untuk rasio likuiditas adalah 3-6 kali besar pengeluaran bulanan.

2.Rasio tabungan (Saving Ratio)

Menabung atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan di masa depan, sudah menjadi kebiasaan finansial yang perlu selalu dipupuk. Anda bisa mengukur apakah nilai yang Anda tabung saat ini sudah ideal atau belum memakai rasio tabungan. Caranya, nilai tabungan tahunan dibagi dengan jumlah pendapatan tahunan.

Rasio ini bertujuan untuk menetapkan persentase yang idealnya Anda tabungkan setiap tahun atau setiap bulan. Sebagai contoh, nilai tabungan Anda adalah Rp40 juta yang tersebar di tabungan dan deposito bank. Adapun total pendapatan tahunan Anda mencapai Rp180 juta. Maka, rasio tabungan Anda adalah Rp40 juta/Rp 180 juta= 22,2%. Angka minimal rasio tabungan adalah 10%, lebih besar lebih baik. Sehingga, dengan rasio tabungan 22,2%, Anda sudah cukup bagus.

3. Rasio kemampuan pelunasan utang (Debt Service Ratio)

Rasio ini sangat penting untuk mengukur kemampuan Anda dalam membayar cicilan utang. Angkanya bisa Anda dapatkan dengan membagi antara beban cicilan utang per tahun/per bulan dibagi dengan nilai pendapatan per tahun atau per bulan. Angka ideal rasio ini adalah maksimal 35%, tidak boleh melebihi itu.

Misalnya, setiap bulan Anda harus membayar cicilan utang Rp4 juta, sedangkan jumlah pendapatan bulanan Anda adalah Rp7 juta. Maka, debt service ratio Anda adalah Rp4 juta/Rp7 juta= 58%. Angka ini tidak sehat karena idealnya beban utang Anda memakan 35% pendapatan bulanan. Supaya masalah utang tidak makin mempurukkan keuangan Anda, Anda perlu mengambil langkah untuk menurunkan beban utang, apakah dengan menjual aset, melakukan refinancing utang atau menambah penghasilan.

4. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)

Rasio ini berguna untuk mengukur risiko kebangkrutan Anda. Kondisi bangkrut adalah ketika seseorang memiliki utang melebihi jumlah total asetnya. Rasio solvabilitas bisa kita dapatkan dengan membagi antara nilai total kekayaan bersih dibagi total aset.

Misalnya, nilai total kekayaan bersih Anda adalah Rp1,62 miliar. Sedangkan nilai aset Anda mencapai Rp2,2 miliar. Maka, rasio solvabilitas Anda adalah 73,5%. Berarti, Anda masih mampu bertahan kendati terjadi penurunan nilai aset hingga 73,5%. Angka ideal rasio ini adalah minimal 50%.

5. Pertumbuhan Pendapatan

Apakah kenaikan gaji yang Anda dapatkan berarti pendapatan Anda meningkat? Belum tentu. Anda bisa mengukur dengan lebih tepat berapa pertumbuhan pendapatan Anda dengan cara berikut ini, yaitu, pendapatan tahun ini dikurangi pendapatan tahun lalu bagilah dengan nilai pendapatan tahun lalu, hasilnya kurangi dengan laju inflasi.

Sebagai contoh, pendapatan Anda tahun lalu Rp7,5 juta. Sedang saat ini pendapatan Anda Rp17 juta. Tingkat inflasi adalah 6%. Maka, pertumbuhan pendapatan Anda adalah= ([Rp17 juta-Rp7,5 juta]/Rp7,5 juta)-6% = 119%. Artinya, pendapatan Anda meningkat 119% dibandingkan periode sebelumnya.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aspek Sindir Negara Berperan Jadi 'Sales' e-Money Perbankan

Aspek Sindir Negara Berperan Jadi 'Sales' e-Money Perbankan

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 14:04 WIB

Penemuan Koin Kuno di Blitar Masih Misteri

Penemuan Koin Kuno di Blitar Masih Misteri

Tekno | Selasa, 03 Oktober 2017 | 06:02 WIB

Kini Kartu Flazz BCA Bisa Dipakai di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Kini Kartu Flazz BCA Bisa Dipakai di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 13:18 WIB

BPTJ: Transaksi e-Money di Jalan Tol Sudah Mencapai 49 Persen

BPTJ: Transaksi e-Money di Jalan Tol Sudah Mencapai 49 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 06:44 WIB

Ini Alasan Bank Indonesia Kenakan Biaya Top Up e-Money

Ini Alasan Bank Indonesia Kenakan Biaya Top Up e-Money

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 15:02 WIB

Terkini

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri

Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Bermula dari Syuting MV, Agensi Konfirmasi T.O.P dan Nana Pacaran

Bermula dari Syuting MV, Agensi Konfirmasi T.O.P dan Nana Pacaran

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:50 WIB

PSMS Medan Bidik Puncak Klasemen, Eko Purdjianto Siapkan Strategi Hentikan Persikad Depok

PSMS Medan Bidik Puncak Klasemen, Eko Purdjianto Siapkan Strategi Hentikan Persikad Depok

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:46 WIB

7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi

7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×