Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Gabah di Karawang Turun, Mentan : Ini Tidak Boleh

Fabiola Febrinastri

Rabu, 27 Maret 2019 | 15:55 WIB
Harga Gabah di Karawang Turun, Mentan : Ini Tidak Boleh
Mentan Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi Karawang, Selasa (26/3/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Harga gabah kering panen (GKP) petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari, Karawang, Jawa Barat, hanya Rp 3.500 per kilogram gabah kering panen (GKP), padahal sebelumnya mencapai Rp 5.000 per kilogram. Hal ini mendapat perhatian dari Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi Karawang, Selasa (26/3/2019).

"Ini kami bawa Bulog. Ada gabah katanya lagi turun harganya, Rp 3.500 per kilogram. Ini tolong dikejar. Harga gabah Rp 3.500 tidak boleh. Minimal, kata Bapak Presiden Rp 4.070 per kilogram," demikian ujar Amran, usai Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan tahun 2019, di Desa Pacing, Kecamatan Jatisari, Karawang.

Berdasarkan hasil penelusuran, harga gabah yang Rp 3.500 per kilogram GKP merupakan gabah bawon, yaitu gabah dari upah kerja saat panen, berupa gabah yang diberikan kepada buruh tani.

"Harga gabah Rp 3.500 per kilogram adalah jenih gabah bawon. Gabah yang rebah harganya Rp 3.800 sampai Rp 3.900 per kilogram. Untuk harga yang bagus, Rp 4.000 sampai Rp 4.200 per kilogram," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi.

Hanafi menyebut, berdasarkan hitungan sementara, luas panen padi Maret 2019 di Kabupaten Karawang mencapai 5.532 hektare. Kondisi panen di Karawang berlangsung setiap hari, berkat Program Upaya Khusus Kementan dan terjadinya luas tambah tanam.

"Setiap hari ada panen. Tidak kayak dulu, yang panennya sekali. Kami terus koordinasi dengan Bulog. Harga gabah yang dibeli Bulog Rp 4.070 per kilogram," sebutnya.

Hal senada diungkapkan Slamet Sugiman, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari, Karawang. Slamet mengatakan, harga gabah per 24 hingga 26 Maret 2019 untuk padi Varietas Inpari 32, Inpari 33 dan Ciherang, sebesar Rp 3.800 sampai Rp 3.900 per kilogram GKP untuk posisi pertanaman padi rebah.

"Harga Rp 4.200 sampai Rp 4.300 per kikogram untuk posisi tanaman pertanaman padi berdiri," katanya.

Adapun luasan padi rebah di Desa Mekarsari mencapai 12 hektare. Luasan padi yang dipanen baru 10 hektare dan luas panen se-Kecamatan Jatisari seluas 175 hektare.

baca juga

"Harga gabah Rp 3.500 per kilogram adalah untuk padi Bawon. Bawon adalah upah kerja saat panen, berupa padi yang diberikan kepada yang bersangkutan," pungkas Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Serahkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Bandung Barat

Mentan Serahkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Bandung Barat

Bisnis | Senin, 25 Maret 2019 | 09:33 WIB

Mentan Ingin Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao di Indonesia

Mentan Ingin Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao di Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Maret 2019 | 13:37 WIB

Mentan Saksikan Panen Jagung Melimpah di Tuban

Mentan Saksikan Panen Jagung Melimpah di Tuban

News | Sabtu, 16 Februari 2019 | 07:19 WIB

Perangi Mafia Pupuk, Kementan Polisikan 20 Perusahaan

Perangi Mafia Pupuk, Kementan Polisikan 20 Perusahaan

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 08:59 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×