Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 November 2019 | 14:55 WIB
Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka
Ilustrasi orangutan. (Shutterstock)

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) menyalurkan bantuan mobil operasional dan program rehabilitasi Orangutan di Samboja Lestari, Kalimantan Timur.

Bantuan diberikan kepada Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Borneo Orangutan Survival Foundation) guna mendukung kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi Orangutan di Kalimantan Timur.

"Bantuan ini adalah bukti kepedulian Pupuk Indonesia Grup terhadap lingkungan, khususnya dalam bidang pelestarian satwa langka di dunia yang terancam punah akibat perburuan. Penting untuk kita semua berkontribusi menjaga kelestarian Orangutan sehingga dapat menjadi warisan satwa bagi anak cucu kita nanti," kata Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kaltim, Meizar Effendi saat acara serah terima bantuan di Samboja Lestari, Kalimantan Timur pada Selasa (12/11/2019).

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo atau biasa dikenal Yayasan BOS, berdiri sejak 1991, sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerjasama dengan masyarakat setempat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 750 orangutan dengan dukungan 400 karyawan dan para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan.

Yayasan BOS berfokus pada penyelamatan, rehabilitasi, reintroduksi dan konservasi jangka panjang Orangutan Kalimantan.

Meizar menerangkan, bantuan mobil yang diserahkan berjenis double cabin 4x4 dari PT Pupuk Kaltim dan dana sebesar Rp 175 juta untuk program rehabilitasi Orangutan dari PT Rekind. Bantuan mobil difokuskan juga untuk operasi penyelamatan Orangutan di titik-titik kritis.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga kegiatan pelepasliaran Orangutan yang telah selesai menjalani tahap rehabilitasi.

"Diharapkan dukungan kami ini dapat memberikan manfaat besar bagi kegiatan rehabilitasi Orangutan yang dilakukan Yayasan Borneo Orangutan Survival," ujar Meizar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komodo Hingga Badak Bakal Dimanfaatkan Negara untuk Cari Duit

Komodo Hingga Badak Bakal Dimanfaatkan Negara untuk Cari Duit

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 18:02 WIB

Orangutan dengan Status Hukum Manusia Kini Pindah ke Amerika

Orangutan dengan Status Hukum Manusia Kini Pindah ke Amerika

Lifestyle | Jum'at, 08 November 2019 | 11:08 WIB

Lebih Dekat dengan Satwa Langka Indonesia di 5 Destinasi Ini

Lebih Dekat dengan Satwa Langka Indonesia di 5 Destinasi Ini

Lifestyle | Jum'at, 01 November 2019 | 13:52 WIB

Terkini

Ombudsman RI Temukan Persoalan MBG di 34 Provinsi, Rekomendasi Segera Diserahkan ke BGN

Ombudsman RI Temukan Persoalan MBG di 34 Provinsi, Rekomendasi Segera Diserahkan ke BGN

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:17 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Pernah Tamat SMA atau Sederajat

MK Tak Temukan Bukti Gibran Pernah Tamat SMA atau Sederajat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Bejat! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Cabuli Murid Laki-laki, Polisi Temukan Tujuh Korban

Bejat! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Cabuli Murid Laki-laki, Polisi Temukan Tujuh Korban

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Posisi Gibran Jadi Wapres Aman, MK Tak Terima Gugatan Ijazah Denny Indrayana Cs

Posisi Gibran Jadi Wapres Aman, MK Tak Terima Gugatan Ijazah Denny Indrayana Cs

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital

Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Persembahkan Trofi Untuk Masyarakat Indonesia

Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Persembahkan Trofi Untuk Masyarakat Indonesia

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ole Romeny Bawa Jersi Marselino Saat Indonesia Juara: Dia Ada untuk Saya Sejak Hari Pertama

Ole Romeny Bawa Jersi Marselino Saat Indonesia Juara: Dia Ada untuk Saya Sejak Hari Pertama

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:56 WIB

Kasus PT DSI Masuk Babak Baru, Bareskrim Pasang Plang dan Sita Sejumlah Aset

Kasus PT DSI Masuk Babak Baru, Bareskrim Pasang Plang dan Sita Sejumlah Aset

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×