Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

120 Juta Orang Masuk ke Jurang Kemiskinan Imbas Corona

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 11:51 WIB
120 Juta Orang Masuk ke Jurang Kemiskinan Imbas Corona
Permukiman kumuh orang miskin di kawasan Kebon Pala, Jakarta.

Suara.com - Bank Dunia memperkirakan kesenjangan ekonomi antara si kaya dan miskin akan semakin melebar di Indonesia, wabah virus corona atau Covid-19 menjadi biang keladinya.

Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Marie Elka Pangestu mengatakan, kesenjangan ekonomi tak bisa terelakkan dalam situasi krisis akibat Covid-19.

"Bank Dunia memperkirakan 70 hingga 120 juta orang di dunia akan masuk ke dalam kemiskinan," kata Marie dalam acara 'Indonesia Economic Prospect' yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Akibat bertambahnya jumlah penduduk miskin ini tentu akan berdampak pula pada kesenjangan ekonomi antara kelompok kaya dan miskin, potensi ini kata Marie juga berlaku di Indonesia.

Dirinya memperkirakan kesenjangan ekonomi akan bertambah lebar di Indonesia.

"Dengan adanya Covid-19 bisa meningkatkan kesenjangan ekonomi, ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain," kata Marie.

Untuk mencegah kesenjangan ekonomi tidak semakin parah, Bank Dunia meminta pemerintah Indonesia memberikan bantalan-bantalan sosial yang kuat kepada kelompok-kelompok rentan miskin.

"Kita fokuskan adalah memastikan bahwa kita mencegah agar jumlahnya tidak meningkat, jadi dibutuhkan respon kebijakan yang menyasar kelompok ini dan memastikan bahwa kesenjangan tdak semakin parah," saran mantan Menteri Perdagangan era SBY tersebut.

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengemukakan pada Maret 2020 angka gini ratio Indonesia naik menjadi 0,381 dari sebelumnya 0,380 di September 2019.

"Peningkatan gini ratio terjadi karena covid-19 membuat pendapatan seluruh masyarakat menurun. Dengan catatan, (pendapatan penduduk) yang di bawah penurunannya lebih tajam," kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Rabu (15/7/2020).

Kecuk memaparkan ketimpangan ekonomi di daerah perkotaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,393, naik dibanding September 2019 yang sebesar 0,391.

Begitu juga dengan yang di desa, pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,317, naik dibanding September 2019 yang sebesar 0,315.

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,73 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2020 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,93 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang.

Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,62 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Miskin Bertambah 1,63 Juta Jiwa, Sri Mulyani Salahkan PSBB

Orang Miskin Bertambah 1,63 Juta Jiwa, Sri Mulyani Salahkan PSBB

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2020 | 11:22 WIB

BPS Sebut Rokok Menjadi Penyumbang Terbesar Angka Kemiskinan di Aceh

BPS Sebut Rokok Menjadi Penyumbang Terbesar Angka Kemiskinan di Aceh

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 04:50 WIB

Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin Makin Terlihat Gara-gara Corona

Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin Makin Terlihat Gara-gara Corona

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2020 | 16:11 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB