Program Kartu Prakerja Jokowi Diklaim Lebih Tepat Sasaran Dibanding BLT

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:28 WIB
Program Kartu Prakerja Jokowi Diklaim Lebih Tepat Sasaran Dibanding BLT
Fakta daftar Prakerja dari Prakerja.vip (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja mengklaim bahwa program usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat tepat sasaran, hal tersebut terlihat dari survei yang telah dilakukan.

"Secara umum peserta Kartu Prakerja tepat sasaran, karena sebagian besar peserta dari kalangan muda yang masih panjang kontribusinya ke ekonomi," kata
Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam webinar, Rabu (14/10/2020).

Denni menjelaskan dari hasil survei tersebut, didapatkan bahwa sebanyak 79 persen penerima program Kartu Prakerja berusia 18 tahun hingga 35 tahun dengan 93 persen di antaranya memiliki ijasah SMA, sementara untuk usia di atas 55 tahun persentasenya hanya 2 persen.

Tak hanya itu kata dia, para peserta program Kartu Prakerja juga berasal dari kalangan pekerja informal yang kehilangan pendapatannya karena pandemi virus corona atau Covid-19 dan jumlahnya kata dia sebanyak 83 persen.

"Dengan nilai bantuan yang sebesar Rp 600.000 (per bulan), itu almost bisa membantu kebutuhan mereka per bulan," jelas dia.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY, Chatib Basri menilai bantuan sosial (bansos) berupa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) lebih bermanfaat ketimbang program pemberian Kartu Prakerja.

Chatib berdalih, bahwa di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dimana aktivitas masyarakat terbatas bantuan berupa BLT lebih masuk akal ketimbang program pelatihan dalam Kartu Prakerja.

"Kalau saya liat yang paling efektif adalah program bantuan sosial/BLT, memang tantangan ada di data tapi bisa diperbaiki, bisa sempurna gak? Engga," kata Chatib dalam sebuah webinar, Selasa (13/10/2020).

Dirinya pun lantas membandingkan dengan program Kartu Prakerja yang ia nilai kurang efektif dalam memberikan stimulus bantuan terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.

baca juga

"Kartu Prakerja di kritik habis-habisan karena online programnya gak berguna, saya ngerti itu," katanya.

Dia bilang banyak dari peserta Kartu Prakerja terpaksa mengikuti program pelatihan, padahal program tersebut tidak begitu berguna bagi peserta.

"Tapi dia mau ikut terus supaya dapat uang dari Kartu Prakerja, sementara pelatihannya tidak dipedulikan," katanya.

Sehingga kata Chatib, program Kartu Prakerja bisa dijadikan parameter bahwa sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi ini adalah sebuah bantuan yang sifatnya langsung atau tunai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Pandangan Politik Dalam Pilkada, Ormas Projo Kepri Terpecah

Beda Pandangan Politik Dalam Pilkada, Ormas Projo Kepri Terpecah

Batam | Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:14 WIB

Siap-siap, DPR Akan Serahkan Draf Final UU Cipta Kerja ke Jokowi

Siap-siap, DPR Akan Serahkan Draf Final UU Cipta Kerja ke Jokowi

Video | Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:40 WIB

Gubernur Surati Jokowi Tolak Ciptaker, Jimly: Mereka Wajib Tunduk Pusat

Gubernur Surati Jokowi Tolak Ciptaker, Jimly: Mereka Wajib Tunduk Pusat

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:06 WIB

Terkini

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×