Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:58 WIB
Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
Presiden Prabowo Subianto (kanan) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) berjalan menuju ruang rapat Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
baca 10 detik
  • Masduki dari PSAD UII mendesak Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet jelang satu tahun demonstrasi Agustus 2025.
  • Perombakan tersebut mencakup Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Kementerian Komdigi, hingga Kapolri.
  • Langkah tegas berupa evaluasi dan reshuffle pejabat dinilai penting untuk merespons buruknya komunikasi serta tindakan anarkis kepolisian.

Suara.com - Jelang setahun aksi demonstrasi Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto didesak mengambil langkah konkret dengan melakukan reshuffle, mulai dari jajaran yang menangani komunikasi pemerintah hingga Kapolri.

Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai momentum satu tahun aksi tersebut dan buruknya komunkasi pemerintah kepada rakyat selama ini tidak cukup direspons dengan permintaan maaf atau klarifikasi.

Menurut Masduki, pemerintah perlu mengevaluasi kinerja jajaran yang bertanggung jawab atas komunikasi Presiden.

Ia menilai buruknya komunikasi politik Prabowo menunjukkan adanya persoalan dalam kerja tim yang menyampaikan informasi kepada kepala negara maupun mengelola komunikasi pemerintah kepada publik.

"Misalnya ini kalau berarti komunikasi yang buruk, ini menyangkut tim komunikasi yang juga kerjanya tidak profesional. Jadi, harus ada reshuffle," kata Masduki kepada Suara.com, Jumat (21/8/2026).

Salah satu pejabat yang perlu dievaluasi adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Ia mengaitkan usulan tersebut dengan kabar yang selama ini berkembang mengenai proses penyampaian informasi kepada Presiden.

Menurutnya, apabila informasi riil tidak sampai kepada Prabowo secara utuh, maka hal itu dapat memengaruhi respons dan keputusan Presiden terhadap persoalan publik.

Selain Seskab, pemerintah didorong untuk melakukan perombakan pada jajaran yang menangani komunikasi publik pemerintah. Masduki menyebut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian yang harus dievaluasi untuk membenahi pola komunikasi pemerintah.

"Dan kemudian ada yang lebih substantif nih, menjelang peringatan satu tahun kerusuhan Agustus tahun lalu, itu kan salah satu pemicunya adalah tindakan anarkis dari Kepolisian. Nah, oleh karena itu, Prabowo harus juga segera mereshuffle Kapolri, mengganti Kapolri," tegasnya.

baca juga

Guru Besar Ilmu Komunikasi UII itu menegaskan momentum setahun demo Agustus 2025 seharusnya menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk menunjukkan bahwa pemerintah mampu mendengar kritik dari masyarakat.

"Jadi, intinya ini bukan sekadar permohonan maaf atau klarifikasi, tapi Prabowo harus bertindak. Tugas Presiden kan memang bertindak, merespons dengan tindakan," tandasnya.

Masduki pun mengingatkan Prabowo agar tidak mengabaikan tekanan publik yang berkembang.

Ia menilai jika Presiden tidak mengambil langkah evaluasi dan perombakan, tekanan politik justru dapat semakin besar dan berbalik menjadi persoalan bagi kepemimpinan Prabowo.

"Dan orang menunggu sekarang reshuffle kabinet. Kalau tidak, lama-lama nanti yang di-reshuffle Presiden dan Wakil Presiden, kira-kira gitu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

News | Senin, 14 September 2026 | 15:48 WIB

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

×