Setelah B100, Pertamina Bakal Produksi Avtur Ramah Lingkungan

Bangun Santoso | Achmad Fauzi
Setelah B100, Pertamina Bakal Produksi Avtur Ramah Lingkungan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Sampai dengan Januari 2020, progress proyek telah mencapai 87,5 persen dan ditargetkan mencapai COD pada tahun 2021

Suara.com - PT Pertamina (Persero) bakal terus membuat bahan bakar ramah lingkungan. Setelah, berhasil membuat Bio Solar 100 persen (B100), kini perusahaan minyak milik negara itu bakal membuat avtur ramah lingkungan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, produk Green Diesel D100 yang 100 persen dan Green Gasoline/Green Avtur diolah dari bahan dasar kelapa sawit.

Produk ini pun direaksikan menggunakan katalis Merah Putih yang diproduksi Research & Technology Center (RTC) Pertamina bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Pertamina juga bersinergi dengan BUMN lain dan Perguruan Tinggi juga akan membangun pabrik katalis yang akan mendorong TKDN di industri migas dan kimia sehingga akan mengurangi defisit transaksi negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Fajriyah dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Hal ini pun dijalankan pararel dengan proyek pembangunan Standalone Biorefinery di Cilacap maupun di Plaju.

Baca Juga: Libur Panjang, Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman

"Pertamina tetap berkomitmen untuk selalu berinovasi dalam menciptakan produk yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan," ujar dia.

Tak hanya itu, Subholding Power and New & Renewable Energy Pertamina yaitu PT Pertamina Power Indonesia (PPI) juga memiliki portofolio proyek Energi Bersih yang beragam.

Salah satunya yang sedang dalam proses konstruksi adalah Proyek Independent Power Producer (IPP) LNG-to-Power Jawa-1 dengan kapasitas 1760 Mega Watt (MW), yang berlokasi di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Sampai dengan Januari 2020, progress proyek telah mencapai 87,5 persen dan ditargetkan mencapai COD pada tahun 2021.

Selain IPP Jawa-1, beberapa proyek yang telah dioperasikan PPI antara lain Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 4 MW, berlokasi di area Kilang LNG Badak, Kalimantan Timur, kemudian Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), yang berasal dari pengolahan limbah kelapa sawit dengan kapasitas 2.4 MW yang merupakan hasil kerja sama antara PPI dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, serta Proyek Pengoperasian dan Perawatan (O&M) PLTBg milik PTPN II di area Kwala Sawit dan Pagar Merbau, Sumatera Utara, dengan total kapasitas 2 MW.

Baca Juga: Ahok: Saya Pasti Bisa Jadi Presiden!

PPI juga melakukan pengembangan PLTS di SPBU-SPBU Pertamina sebagai bagian dari optimalisasi bauran energi di wilayah operasi Pertamina. Untuk tahun 2020 ini masih ditargetkan sebanyak 50 SPBU dan akan bertambah ke depannya.

Komentar