Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House

Fabiola Febrinastri

Senin, 14 Desember 2020 | 16:20 WIB
Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House
Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat meluncurkan Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya menghadirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian terbaik untuk mendukung prioritas kebijakan pembangunan pertanian berbasis ketahanan pangan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas vokasi pertanian melalui pembangunan Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, untuk mencapai kemampuan teknis dan manajerial di bidang pertanian, metode pembelajaran pendidikan vokasi melakukan pendekatan teaching factory (TEFA), yaitu menerapkan sistem pembelajaran yang dikembangkan semirip mungkin dengan dunia kerja dan dunia industri (DuDi).

"Hal ini sudah menjadi keharusan mengingat tuntutan kemajuan pertanian yang maju mandiri dan modern perlu didukung oleh SDM yang mampu mengelola usaha pertanian berbasis teknologi," tuturnya.

Smart Green house merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dalam hal ini Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) yang berkomitmen mencetak job seeker maupun job creator yang mandiri, modern, dan profesional, serta dapat bersaing di era industri 4.0.

Syahrul menambahkan, salah satu kemajuan teknologi pertanian adalah Smart Green House (SGH) yang merupakan sistem pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat meluncurkan Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat meluncurkan Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. (Dok : Kementan)

"Teknologi yang diterapkan itu dapat mengatur dan memantau kelembapan tanah dan suhu udara pada greenhouse serta dapat dimonitor melalui smartphone," jelasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, sebagai salah satu upaya peningkatan nilai tambah untuk optimalisasi produksi pertanian adalah melalui upaya pengembangan sarana, prasarana pertanian serta penerapan teknologi yang tepat guna dan sasaran.

"Modernisasi di sektor pertanian menjadi hal yang sangat penting dalam percepatan produktivitas dan produksi pertanian. Pertanian saat ini sudah masuk dalam era industri 4.0, maka penerapan digital dan teknologi tidak dapat diabaikan termasuk dengan disematkannya teknologi smart farming yang sekaligus membangun sentra produksi urban farming melalui teknik green house," kata dia.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka telah dibangun proyek percontohan Smart Green House atas kerja sama Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebagai sarana teaching farm, teaching factory yang harapannya ke depan akan menjadi trend pola pertanian yang efesien dan dapat membantu meningkatkan produksi pertanian menuju pertanian maju, mandiri, modern.

baca juga

"Enam unit Smart Green House pada lahan seluas 7.800 meter persegi telah selesai dibangun. Masing-masing bangunan Smart Green House ini berukuran 20 x 20 meter, dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang memiliki 9.063 lubang tanam, sistem DFT (Deep Flow Technique) yang memiliki 9.063 lubang tanam dan sistem Dutch bucket 450 lubang tanam," papar Sarwo Edhy.

Ia melanjutkan, bangunan Smart Green House ini juga telah dilengkapi dengan Exhause Fan, Evaporating Complete System dan Panel kontrol untuk sensor suhu dan kelembaban. Fasilitas lain dalam proyek percontohan bangunan green house ini juga tersedia satu unit sumur tanah dalam berikut dengan pompa airnya, jalan akses menuju lokasi serta pemasangan instalasi listrik.

Menurut Sarwo, pembangunan Smart Green House sebagai salah satu sarana Agro Eduwisata yang akan dicanangkan Syahrul dapat memberikan peningkatan ilmu tentang pertanian modern bagi mahasiswa pertanian, petani milenial dan masyarakat pada umumnya.

Pada kesempatan itu juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan PT PLN sebagai bentuk sinergi program peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penyediaan tenaga listrik.

"PLN dengan program Electrifiying Agriculture-nya hadir untuk mendukung elektrifikasi sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan," tutur Sarwo.

Adapun fungsinya untuk mengoordinasikan program dan kegiatan teknis seluruh eselon 1 lingkup Kementan, dan nota kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama pada masing-masing eselon 1 yang terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budaya Literasi Cerdaskan Anak Bangsa dan Ciptakan SDM Unggul

Budaya Literasi Cerdaskan Anak Bangsa dan Ciptakan SDM Unggul

Bisnis | Jum'at, 11 Desember 2020 | 16:17 WIB

Prof. Tjipta Lesmana : Kinerja Sektor Pertanian sangat Mengejutkan

Prof. Tjipta Lesmana : Kinerja Sektor Pertanian sangat Mengejutkan

Bisnis | Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:34 WIB

Akselerasi Ekspor, Mentan Lepas 26 Ton Briket Arang Kelapa ke Irak

Akselerasi Ekspor, Mentan Lepas 26 Ton Briket Arang Kelapa ke Irak

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2020 | 18:56 WIB

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 13:31 WIB

Ada 2,8 Juta Hektare Kebun Sawit Rakyat yang Perlu Diremajakan

Ada 2,8 Juta Hektare Kebun Sawit Rakyat yang Perlu Diremajakan

Riau | Kamis, 03 Desember 2020 | 12:41 WIB

Dedikasinya Tanpa Batas, Mentan Dianugerahi Gatra Awards 2020

Dedikasinya Tanpa Batas, Mentan Dianugerahi Gatra Awards 2020

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 14:25 WIB

Terkini

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Terungkap di Sidang Korupsi Haji, Jemaah Bisa Berangkat Pakai Kuota Petugas

Terungkap di Sidang Korupsi Haji, Jemaah Bisa Berangkat Pakai Kuota Petugas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Multi Plot Twist Bikin Dugaan Penonton Meleset, Film Horor "Lobang Buaya" Tayang Hari Ini!

Multi Plot Twist Bikin Dugaan Penonton Meleset, Film Horor "Lobang Buaya" Tayang Hari Ini!

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Jari ke Janji, saat Pena Menjadi Pedang dan Kata Kehilangan Makna

Jari ke Janji, saat Pena Menjadi Pedang dan Kata Kehilangan Makna

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri

Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Bahlil Ungkap Dapat Amanah Rangkap Jabatan, Jadi Menko dan Menteri ESDM

Bahlil Ungkap Dapat Amanah Rangkap Jabatan, Jadi Menko dan Menteri ESDM

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Modal Dasar Transjakarta Naik Jadi Rp13,4 Triliun, Bakal Garap Bisnis Transportasi Udara dan Laut!

Modal Dasar Transjakarta Naik Jadi Rp13,4 Triliun, Bakal Garap Bisnis Transportasi Udara dan Laut!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Ilusi Kerja Keras di Balik Sirkus Makan Gratis

Ilusi Kerja Keras di Balik Sirkus Makan Gratis

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Setting Powder vs Setting Spray, Mana yang Mengunci Makeup Lebih Lama?

Setting Powder vs Setting Spray, Mana yang Mengunci Makeup Lebih Lama?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:24 WIB

×