alexametrics

Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian
Dok: Kementan

Inovasi merupakan hal yang penting di masa Pandemi.

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak pemuda Indonesia untuk berinovasi dan berkreasi membangun bangsa melalui sektor pertanian. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa SYL itu dalam acara penandatanganan MoU pengembangan komoditas hortikultura orientasi ekspor di Hotel Braja Mustika, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, (28/10/2021).

"Di hari sumpah pemuda ini (28 Oktober), saya mengajak anak-anaku para milenaial untuk menjadikan negaramu tumbuh secara baik melalui inovasi dan kreativitas di sektor pertanian," ujar SYL.

SYL mengatakan, di masa pandemi ini inovasi dan teknologi menjadi sangat penting karena bisa mempercepat putaran ekonomi nasional. Sebaliknya, inovasi dan teknologi jika tidak dilakukan secara maksimal akan memperlambat laju pertumbuhan.

"Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Dan Allah telah memberikan kekayaan. Siapa yang cepat dia akan berhasil. Dan siapa yang diam dia akan kolav. Saya merasa apa yang kalian lakukan di hari sumpah pemuda ini bukan hanya untuk minaqu tapi untuk bangsa dan negara," katanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 17 Orang, Meninggal 2 Orang

Selain penandatanganan MoU, di tempat yang sama digelar juga grand launching Minaque e-commerce bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan 9 Kepala Daerah lainnya. Dan secara khusus, Mentan mendorong pertumbuhan ekspor tanaman hias terus berkembang pesat. Terlebih, tanaman hias Indonesia memiliki peminat yang sangat besar di berbagai belahan dunia.

"Kembang atau bunga kita ini memiliki potensi yang sangat besar dalam pasar global. Dan digital system adalah cara baru untuk menciptakan tukar menukar pasar yang lebih baik. Jadi gunakanlah kesempatan yang sangat baik ini. Saya sebagai Menteri sesuai perintah Bapak Presiden siap mendorong anak-anak milenial berbuat yang lebih baik untuk masa depan bangsa," katanya.

Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengapresiasi peranan Kementan dalam mendorong kelompok muda Indonesia untuk menciptakan inovasi yang mengangkat kesejahteraan petani. Bagi Teten, inovasi tersebut bisa menjadi peluang baru dalam membuka lapangan kerja.

"Kalau semua ini jalan dan petani ikut koperasi makan persoaln harga itu tidak bisa dimainkan. Jadi saya kira apa yang dilakukan ini telah mencerminkan sistem integrasi dari hulu dan hilir. Dan digitalisasi menjadi sesuatu yang sangat tepat. Ini bisa menjdi gerbang atas akses bisnis tanaman hias dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

CEO Minaqu, Ade Wardhana Adinata mengajak masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan potensi dan bisnis tanaman hias berskala besar. Ia berpendapat, produk florikultura itu merupakan nafas ekonomi yang bisa dikembangkan petani untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri (ekspor).

Baca Juga: Tak Optimal, Pemerintah Diminta Bikin Regulasi Khusus soal Pelayanan Publik Selama Pandemi

"Saya melihat ini adalah sebuah potensi, yang potensi ini belum dimaksimalkan oleh masyarakat. Tapi kalau sudah coba dimaksimalkan ternyata dampaknya sangat luar biasa," katanya.

Komentar