Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Fenomena Sekolah Daring Menjadi Pilihan Setelah Pandemi

Iwan Supriyatna

Senin, 15 November 2021 | 10:16 WIB
Fenomena Sekolah Daring Menjadi Pilihan Setelah Pandemi
Ilustrasi Sekolah Online di Masa Pandemi. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Suara.com - Sejak 16 Maret 2020 lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah menggelar kegiatan belajar-mengajar secara daring, atau dikenal dengan singkatan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal ini adalah salah satu usaha untuk mengatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Hal tersebut membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda. Bersamaan dengan pembatasan skala kegiatan, vaksinasi digencarkan.

Namun, setelah hampir dua tahun dihadapi oleh pandemi, terjadi pergeseran di dunia pendidikan yang cukup signifikan di Indonesia, juga di negara-negara lainnya.

Sekolah online yang diciptakan untuk menjadi solusi saat terjadinya pandemi agar anak-anak dapat terus mengenyam pendidikan sekolah, sekarang berpeluang dilanjutkan.

Bahkan di beberapa sekolah umum yang sudah mulai melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka, beberapa orangtua siswa lebih memilih melanjutkan metode daring untuk pendidikan anaknya.

Seperti dilansir oleh weforum.org, secara global, sekolah online berpeluang untuk dilanjutkan setelah pandemi. Salah satu situs berita online Amerika Serikat nytimes.com mengungkapkan, distrik-distrik di Amerika Serikat tengah berlomba untuk mendirikan sekolah daring yang lengkap dan terbaik untuk siswa-siswanya. Dengan kurikulum sama seperti sekolah pada umumnya, ijazah lengkap, sekolah daring semakin diminati.

Bahkan sebelum COVID-19, weforum.org mencatat sudah ada pertumbuhan dan adopsi yang tinggi dalam teknologi pendidikan, dengan investasi edtech global mencapai US$18,66 miliar pada tahun 2019 dan pasar keseluruhan untuk pendidikan online diproyeksikan mencapai $350 miliar pada tahun 2025. Baik itu aplikasi bahasa, les virtual , alat konferensi video, atau perangkat lunak pembelajaran online, telah terjadi lonjakan penggunaan yang signifikan sejak COVID-19.

baca juga

Di Indonesia sendiri, fenomena sekolah online sudah mulai bermunculan. Mulai dari sekolah online yang bergerak di spesifik ilmu seperti kursus Bahasa Inggris online, juga ada sekolah online khusus PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Salah satunya Sekolah Online Akubisa, yang mengkhususkan untuk pendidikan anak usia 2-6 tahun dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan mengeluarkan ijazah resmi untuk dapat digunakan saat mendaftar ke sekolah dasar.

“Dalam memilih sekolah untuk anak, kita makin memiliki berbagai pilihan metode dan kurikulum belajarnya, apapun selalu ada plus minus dari tiap pilihan,” ungkap Samanta Elsener, M.Psi, Psikolog Anak dan Keluarga dalam Live Podcast Akubisa: BRIGHTER FUTURE FOR ONLINE GENERATION ditulis Senin (15/11/2021).

Sekolah online adalah pilihan yang baik untuk pendidikan anak usia dini. Selain aman karena kegiatan belajar dilakukan di rumah dan didampingi orangtua, juga masa keemasan anak (golden age 0-5 tahun) dapat dimaksimalkan dengan belajar dibimbing guru di sekolah online.

“Pastikan kita tahu apa yang dibutuhkan oleh anak, dengan mengenali karakter dan kebutuhan anak dalam belajarnya. Karena pendidikan anak usia dini merupakan satu hal yang penting untuk pengembangan kemampuan kognitif anak di mana menjadi pintu gerbang utama untuk pendidikan selanjutnya,” tambah Samanta.

Hal ini diamini oleh Mazaya Amania, influencer cilik yang memiliki banyak pengikut di instagram dan tiktok. Di usianya ke-5 tahun, Mazaya sudah lancar bicara dan rajin memproduksi konten bersama kedua orangtuanya. Mazaya sejak kecil sudah disekolahkan daring oleh sang Mama dan memang kecerdasannya terbukti lebih daripada anak seusia Mazaya.

Bahkan Mazaya Amania sudah menjadi narasumber di beberapa acara parenting, salah satunya menjadi bintang tamu di Podcast Akubisa. “Aku suka menggambar,” ungkap anak itu dengan polos dan ceria.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, siswa mempertahankan materi 25-60% lebih banyak saat belajar online dibandingkan dengan hanya 8-10% di ruang kelas. Hal ini sebagian besar karena siswa dapat belajar lebih cepat secara online; e-learning membutuhkan 40-60% lebih sedikit waktu untuk belajar daripada di ruang kelas tradisional karena siswa dapat belajar dengan kecepatan mereka sendiri, kembali dan membaca ulang, melewatkan, atau mempercepat melalui konsep yang mereka pilih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Karakter: Aspek yang Hilang dalam Pembelajaran Daring

Pendidikan Karakter: Aspek yang Hilang dalam Pembelajaran Daring

Your Say | Senin, 08 November 2021 | 08:06 WIB

Kembali Digelar Secara Daring, Jogja Cross Culture Usung Tema Story of Jogja

Kembali Digelar Secara Daring, Jogja Cross Culture Usung Tema Story of Jogja

Jogja | Sabtu, 06 November 2021 | 18:48 WIB

Mudahkan Pedagang Pasar, Disperindag Kota Jogja Luncurkan Program Layanan Simpatik Pasar

Mudahkan Pedagang Pasar, Disperindag Kota Jogja Luncurkan Program Layanan Simpatik Pasar

Jogja | Jum'at, 05 November 2021 | 15:24 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Parfum Wangi Vanilla Manis Tahan Lama Sesuai Review

5 Rekomendasi Parfum Wangi Vanilla Manis Tahan Lama Sesuai Review

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Anak Anggota DPRD Medan Ikut Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Belum Ditahan

Anak Anggota DPRD Medan Ikut Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Belum Ditahan

Sumut | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026

Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Hari Ini Terakhir Promo Buy 1 Get 1 Sports Station, Ada Nike hingga New Balance!

Hari Ini Terakhir Promo Buy 1 Get 1 Sports Station, Ada Nike hingga New Balance!

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:49 WIB

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029

Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029

Surakarta | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:43 WIB

7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai

7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai

Sulsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:37 WIB

×