Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan

Mohammad Fadil Djailani, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:21 WIB
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp10 juta dari uang pribadi bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan seperti begal menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Foto ist.
baca 10 detik
  • UGM nilai sayembara Rp10 juta cerminkan kegagalan negara jamin keamanan.
  • Kebijakan dinilai berisiko picu main hakim sendiri dan salah tangkap.
  • UGM usul APBD difokuskan untuk CCTV dan patroli polisi lebih intensif.

Suara.com - Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp10 juta dari uang pribadi bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan seperti begal menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai bukan solusi jangka panjang, melainkan mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menjamin keamanan masyarakat.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono kepada Suara.com menilai kebijakan tersebut lahir dari keputusasaan pemerintah daerah dalam memberantas kriminalitas.

"Pertama, saya membaca bahwa kebijakan tersebut lahir karena keputusasaan sang Gubernur memberantas kejahatan di wilayahnya dalam rangka penciptakan rasa aman bagi warganya," kata Subarsono, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pemberian hadiah kepada masyarakat untuk menangkap pelaku kejahatan pada dasarnya merupakan bentuk privatisasi penegakan hukum. Tanggung jawab negara dalam memberikan rasa aman dinilai bergeser kepada masyarakat sipil, padahal warga telah membayar pajak untuk memperoleh perlindungan dari aparat.

Subarsono juga menilai kebijakan itu menjadi sindiran keras terhadap kinerja aparat penegak hukum, khususnya kepolisian.

"Ini merupakan kritik atau sindiran keras kepada para aparat penegak hukum terutama kepolisian, bahwa kinerja mereka tidak memadai atau bahkan buruk," ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan penggunaan dana pribadi pejabat untuk mendukung kebijakan publik berpotensi menabrak prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, pembiayaan program yang berkaitan dengan kepentingan publik semestinya berasal dari APBD agar dapat diawasi secara transparan oleh DPRD dan masyarakat.

"Dari perspektif kebijakan publik tentu saja ini kurang tepat, karena implikasi biaya dari sebuah kebijakan publik harus ditanggung oleh pemerintah, bukan urusan pribadi pejabat," tegasnya.

Subarsono juga menilai langkah tersebut rentan dimaknai sebagai upaya membangun citra politik. Penggunaan uang pribadi dalam program publik, menurutnya, bisa memunculkan persepsi bahwa kepala daerah sedang melakukan personal branding, alih-alih menyelesaikan akar persoalan kriminalitas.

baca juga

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pelibatan masyarakat dalam menangkap pelaku kejahatan dapat mendelegitimasi institusi kepolisian. Sebab, tugas utama penegakan hukum secara perlahan bergeser kepada warga yang tidak memiliki kemampuan maupun pelatihan khusus.

"Dalam bahasa yang lebih vulgar, telah terjadi privatisasi atau swastanisasi tugas penegakan hukum dari kepolisian kepada swasta atau masyarakat," katanya.

Selain itu, insentif berupa hadiah uang dinilai berpotensi memicu praktik main hakim sendiri. Dorongan untuk memperoleh hadiah dikhawatirkan membuat masyarakat bertindak di luar prosedur hukum, bahkan meningkatkan risiko kekerasan maupun salah tangkap terhadap orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan.

Sebagai solusi, Subarsono mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi. Ia menyarankan anggaran APBD diarahkan untuk memperbanyak pemasangan CCTV di titik-titik rawan kejahatan serta meningkatkan patroli rutin oleh kepolisian sebagai langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Dedi Mulyadi, Kades Bekasi Pertama Buat Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp10 Juta

Sebelum Dedi Mulyadi, Kades Bekasi Pertama Buat Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp10 Juta

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:41 WIB

Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh

Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:00 WIB

Tanya AI Cara Bebas Kredit, Pria Jakbar Malah Nekat Buat Laporan Begal Palsu

Tanya AI Cara Bebas Kredit, Pria Jakbar Malah Nekat Buat Laporan Begal Palsu

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×