Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 30 November 2021 | 16:24 WIB
BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood  Rp1 Triliun
Dok: BNI

Suara.com - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin marak demi menjawab potensi pengembangan bisnis tahun depan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memberikan pembiayaan senilai Rp1 triliun kepada PT Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk (GOOD).

Fasilitas kredit bilateral ini akan digunakan untuk mengakuisisi fasilitas club deal dari sejumlah bank kepada GOOD dalam rangka akuisisi saham PT Mulia Boga Raya, Tbk serta untuk pembiayaan utang bank jangka panjang. Dalam pembiayaan ini BNI memberikan fasilitas kredit investasi dengan jangka waktu pembiayaan selama 60 bulan.

Ke depannya diharapkan kerjasama bisnis yang menyeluruh antara kedua pihak dengan mengoptimalkan potensi pembiayaan value chain perusahaan, cash management, payment channel, serta produk konsumer karyawan, baik dana maupun pinjaman, tentunya dengan menyediakan solusi digital yang solid bagi GOOD melalui transformasi digitalisasi BNI yang semakin berkembang pesat.

Adapun, pemberian fasilitas kredit investasi ini telah ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Pemimpin Divisi Corporate Banking 1, I Made Sukajaya dengan Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja bertempat di Grha BNI pada 22 November 2021.

Seremoni pertukaran plakat dilanjutkan antara Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar dengan Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja pada 30 November 2021. 

Royke menyampaikan pemberian fasilitas kredit ini merupakan salah satu bentuk komitmen BNI sebagai perbankan nasional untuk turut mendukung perkembangan bisnis sektor prioritas, termasuk industri FMCG.

Industri FMCG merupakan salah satu industri yang cukup resilient dalam menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19. Industri ini dapat bertahan untuk terus menumbuhkan bisnisnya dalam mendukung akselerasi pemulihan perekonomian nasional.

Perbankan pun cukup terbantu lantaran industri FMCG memiliki kualitas kredit terjaga dan bahkan terus menyerap kredit perbankan secara konsisten.

baca juga

"Fasilitas pembiayaan ini menunjukkan komitmen BNI untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor manufaktur seperti pada industri makanan dan minuman. Terlebih, sektor ini menjadi salah satu dari 5 sektor prioritas pemerintah dalam implementasi ekonomi sirkular, yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Royke menuturkan BNI sebagai Bank International pun memiliki solusi keuangan yang lengkap untuk membantu Garudafood yang saat ini telah mampu menembus pasar ekspor ke 26 negara berfokus di negara-negara ASEAN, China, dan India.

"Kami juga memiliki basis data pelaku usaha internasional lengkap yang nantinya akan menjadi Garudafood untuk lebih meningkat penetrasi luar negerinya," imbuhnya.

Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja menyampaikan pihaknya mengapresiasi komitmen, serta langkah proaktif untuk membantu akselerasi kinerja perseroan di tengah masa pemulihan ekonomi.

"Kami berterima kasih kepada BNI karena telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam pengajuan kredit investasi untuk keperluan refinancing sebagian dari kredit sindikasi yang sudah ada," sebutnya.

Dia melanjutkan perseroan terus mencari terobosan yang lebih baik, lebih efisien namun tetap menjaga kualitas untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.

"Kami optimis bahwa Garudafood dapat terus meningkatkan tren kinerja positif hingga akhir tahun 2021 dan akan lebih baik lagi di tahun depan.’ ujar Hardianto Atmadja, Direktur Utama Garudafood," imbuhnya.

Sebagai informasi, di tengah perlambatan ekonomi yang sempat kembali terjadi akibat hantaman gelombang kedua pandemi Covid-19 di sebagian wilayah Indonesia, kinerja Garudafood di YTD 3Q2021 mencatatkan kinerja positif di YTD 3Q2021 dengan total penjualan bersih sebesar Rp6.369 miliar atau tumbuh 10,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih yang dibukukan juga mengalami peningkatan sebesar 87,6% atau Rp370 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan diikuti dengan laba per lembar saham yang juga tumbuh sebesar 48,9%.

Potensi Industri Makanan dan Minuman

Tidak banyak industri yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Krisis kesehatan dan  perlambatan ekonomi selama pandemi Covid-19 menyebabkan banyak sektor usaha terpuruk. Salah satu yang masih bertahan adalah industri makanan dan minuman (mamin), terlihat dari kinerjanya yang masih tumbuh positif dalam setahun terakhir.

Pada kuartal 3 2021, pertumbuhan industri mamin mencapai 9,52%, salah satu yang tertinggi di sektor industri pengolahan. Industri makanan juga merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja sepanjang pandemi.

Berdasarkan data BPS, proporsi tenaga kerja di industri makanan mencapai 3,75% pada 2020, naik 0,01% dari 2019. Ketahanan industri mamin juga terlihat dari nilai investasi yang meningkat 23,6% sepanjang semester 1 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kinerja industri mamin masih mampu positif di tengah lemahnya daya beli masyarakat lantaran  produk mereka masih menjadi prioritas selama pandemi. Kontribusi pengeluaran konsumen untuk membeli barang FMCG tercatat cukup besar, yakni hingga 12%. Posisinya berada di urutan keempat setelah menabung dan membayar utang (21%, serta liburan (13%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Implementasikan Hybrid Bank untuk Jawab Tantangan Transformasi

BRI Implementasikan Hybrid Bank untuk Jawab Tantangan Transformasi

Jogja | Sabtu, 20 November 2021 | 19:22 WIB

BRI: Masyarakat Indonesia Belum Siap Fully Digital

BRI: Masyarakat Indonesia Belum Siap Fully Digital

Jatim | Sabtu, 20 November 2021 | 19:19 WIB

Kolaborasi BRI dengan Halosis dan Facebook, Mitra Merchant Dapatkan Pelatihan

Kolaborasi BRI dengan Halosis dan Facebook, Mitra Merchant Dapatkan Pelatihan

Jatim | Sabtu, 20 November 2021 | 10:11 WIB

Kolaborasi BRI dengan Halosis dan Facebook untuk Mendukung Mitra Merchant Go Digital

Kolaborasi BRI dengan Halosis dan Facebook untuk Mendukung Mitra Merchant Go Digital

Banten | Sabtu, 20 November 2021 | 10:09 WIB

BRI Dorong Mitra Merchant Go Digital lewat Kolaborasi dengan Halosis dan Facebook

BRI Dorong Mitra Merchant Go Digital lewat Kolaborasi dengan Halosis dan Facebook

Jogja | Sabtu, 20 November 2021 | 09:41 WIB

BRI Bantu Mitra Merchant Go Digital lewat Kolaborasi dengan Halosis dan Facebook

BRI Bantu Mitra Merchant Go Digital lewat Kolaborasi dengan Halosis dan Facebook

Lampung | Sabtu, 20 November 2021 | 09:37 WIB

Terkini

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

×