Nadiem Dukung Hadirnya Inovasi Berbasis Pengurangan Risiko

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 13 Desember 2021 | 19:21 WIB
Nadiem Dukung Hadirnya Inovasi Berbasis Pengurangan Risiko
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Suara.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendukung hadirnya inovasi yang transformatif dalam dunia riset di bidang kesehatan dan lingkungan melalui perspektif pengurangan risiko (harm reduction).

Program Kampus Merdeka yang diluncurkan pada 2020 lalu dapat menjadi penggerak untuk melahirkan inovasi-inovasi pengurangan risiko di kedua bidang tersebut.

“Program Kampus Merdeka mendorong mahasiswa untuk melihat dan mengalami situasi di luar kampus serta mencari cara untuk mengatasi tantangan riil di masyarakat,” kata Nadiem dalam webinar yang diselenggarakan Center for Healthcare Policy and Reform Studies (CHAPTERS) ditulis, Senin (13/12/2021).

Menurut Nadiem, agar dapat memitigasi risiko di masa depan, kita harus menciptakan inovasi yang tidak hanya mengandung unsur kebaruan tapi juga menggerakkan perubahan.

“Sebagai contoh misalnya ada inovasi yang berfokus pada efektifitas daur ulang sampah, pengurangan bahaya tembakau, dan berbagai upaya baru untuk mengedepankan sanitasi dan kesehatan masyarakat,” ungkap Nadiem.

Permasalahan kesehatan maupun lingkungan cenderung membawa risiko yang besar namun terkadang terlewat dari perhatian masyarakat, termasuk kalangan akademisi.

Agar civitas akademika semakin terdorong melakukan riset, Nadiem mengungkapkan kementeriannya juga memperkuat ekosistem di ruang lingkup perguruan tinggi.

Salah satunya dengan mendorong kerja sama antara dunia pendidikan dan industri melalui program joint research.

“Melalui platform Kedaireka, perguruan tinggi bertemu perusahaan lalu berkolaborasi menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan dunia nyata dengan dukungan matching fund dari Kemendikbudristek,” ujarnya.

baca juga

Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan akan berperan aktif dalam upaya mengurangi risiko dari sejumlah isu yang tengah dihadapi saat ini dan masa mendatang. Nadiem optimis Program Kampus Merdeka akan melahirkan inovasi-inovasi kreatif.

“Mari kita menggerakkan perubahan dengan sama-sama mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” tegasnya.
 
Pembicara lain yang hadir dalam webinar tersebut juga menjabarkan soal pentingnya kajian pengurangan risiko di bidang kesehatan dan lingkungan Prof (Ris) Dr Endang Sukara pakar Life Science dan Guru Besar UNAS menjelaskan, inovasi serta penelitian di bidang bioteknologi harus lebih banyak didorong oleh universitas karena berpotensi besar mengurangi risiko Kesehatan dan lingkungan.

“Dalam konteks pengurangan bahaya lingkungan, riset trans atau meta disiplin dapat menjadi awal solusi penyelesaian masalah lingkungan”, paparnya.

Selain itu, mantan Direktur Kebijakan Penelitian dan Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia, Profesor Tikki Pangestu menerangkan persepsi lain terkait pengurangan risiko sehubungan dengan penguran risiko tembakau.

Dalam paparannya Tikki menyebutkan rokok sebagai salah satu permasalahan kesehatan akut yang harus segera diselesaikan melalui produk inovasi yang menerapkan konsep pengurangan risiko. Sebab, jumlah perokok di Indonesia telah mencapai 65 juta.

“Apakah ada inovasi baru untuk turunkan prevalensi? Jawabannya ada. Produk tembakau alternatif untuk mengatasi epidemi merokok,” ungkap Tikki.

Tikki meneruskan, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus, telah menerapkan konsep pengurangan risiko. Produk-produk tersebut mampu meminimalisasi risiko hingga 90 persen-95 persen. Namun, karena minimnya riset mengenai hal ini di Indonesia menyebabkan banyak pihak belum mengetahuinya. 

Dengan menggerakan riset, hasil dari kajian tersebut nantinya dapat menjadi acuan bagi para pembuat kebijakan dalam merumuskan suatu aturan.

"Isu ini sangat sensitif sehingga harus didorong dengan banyak penelitian di bidang ini. Penelitian adalah bagian integral untuk mencari solusi demi permasalahan kesehatan,” ujar Tikki. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nadiem: Peningkatan Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Dipengaruhi Krisis Pandemi

Nadiem: Peningkatan Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Dipengaruhi Krisis Pandemi

Banten | Minggu, 12 Desember 2021 | 09:15 WIB

Wamendag Dukung Platform Karya Anak Bangsa Masuk ke Dunia Metaverse

Wamendag Dukung Platform Karya Anak Bangsa Masuk ke Dunia Metaverse

Press Release | Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:40 WIB

Komahi Unri ke Kantor Menteri Nadiem, Minta Kasus Pelecehan Ditangani Serius

Komahi Unri ke Kantor Menteri Nadiem, Minta Kasus Pelecehan Ditangani Serius

Riau | Kamis, 09 Desember 2021 | 18:22 WIB

Terkini

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

×