Kinerja Manufaktur RI Terus Bergairah, Kemenkeu: Pemulihan Domestik Jadi Faktor Utama

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Agustus 2022 | 18:59 WIB
Kinerja Manufaktur RI Terus Bergairah, Kemenkeu: Pemulihan Domestik Jadi Faktor Utama
Ilustrasi industri manufaktur. (Dokumentasi: Grand Kartech)

Suara.com - Sektor manufaktur Indonesia yang sejak September 2021 lalu berada pada zona ekspansi kembali menguat. Ini terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 51,3 pada bulan Juli 2022, (Juni: 50,2).

Tren penguatan sektor manufaktur juga dialami beberapa negara seperti Malaysia (50,6) dan Thailand (52,4). Sementara itu, terdapat negara yang masih mengalami perlambatan meskipun masih berada di zona ekspansi seperti Jepang (52,1), Vietnam (51,2), dan Filipina (50,8).

Sementara di sisi lain, negara seperti Korea Selatan (49,8) dan Taiwan (44,6) berada dalam zona kontraksi. Tren positif manufaktur ini juga diikuti dengan pembukaan lapangan kerja yang mencapai rekor tercepatnya dalam 10 tahun terakhir.

"Pemulihan domestik yang terus terjadi menjadi faktor utama dari kinerja positif manufaktur Indonesia," kata Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Hal ini sejalan dengan pengendalian Pandemi Covid-19 yang semakin baik seiring terus terakselerasinya tingkat vaksinasi penuh.

Intervensi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus diperkuat diharapkan mampu terus menjaga momentum pemulihan ini.

Selain itu, tekanan harga khususnya non-energi dunia yang mulai mereda secara gradual juga diharapkan terus menjadi faktor positif ke depannya.

Dia bilang dabilitas harga domestik terus menjadi perhatian seiring dengan tren inflasi yang meningkat pada Juli 2022 yang mencapai 4,94% (yoy) (Juni: 4,35%). Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai dan bawang merah, bahan bakar rumah tangga nonsubsidi, serta tarif angkutan udara.

Secara bulan ke bulan, inflasi juga meningkat mencapai 0,64% (Juni: 0,61%). Namun demikian, tingkat inflasi Indonesia secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Uni Eropa (angka estimasi resmi: 8,9%) (Juni: 8,6%).

baca juga

Meskipun sedikit meningkat, inflasi inti masih terjaga pada level 2,86% (yoy) (Juni: 2,63%). Relatif terjaganya inflasi inti juga mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam mengendalikan ekspektasi inflasi di Indonesia.

Pada sisi lain, pergerakan komponen inflasi inti, baik jenis barang maupun jasa, menunjukkan menguatnya pemulihan daya beli dan permintaan masyarakat. Sementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) Juli 2022 meningkat menjadi 6,51% (Juni: 5,33%).

Sementara itu, inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) kembali meningkat signifikan mencapai 11,47% (Juni: 10,07%).

Inflasi pangan bulan ini disebabkan oleh gangguan suplai domestik pada produk hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, serta bawang merah akibat kondisi cuaca.

Sementara di sisi lain, harga daging ayam menurun akibat melimpahnya stok pasca Idul Adha serta harga minyak goreng yang mengalami deflasi seiring melandainya harga Produk Sawit.

Dalam hal energi, tingginya harga khususnya minyak mentah mendorong penyesuaian beberapa harga energi domestik seperti BBM, elpiji non-subsidi, dan tarif listrik. Selain itu tekanan harga avtur dan pajak bandara juga masih mendorong kenaikan tarif angkutan udara.

Dengan perkembangan saat ini, laju inflasi akhir tahun diperkirakan masih relatif moderat, meskipun cenderung berada pada batas atas sasaran inflasi Pemerintah.

“Pemerintah dalam mengendalikan inflasi akan mengoptimalkan kebijakan kunci terutama menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan subsidi, kompensasi, dan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan," ucapnya.

Selain itu pemerintah akan terus menjaga momentum pemulihan dengan mengendalikan pandemi dan mendorong program PEN. Koordinasi dan kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) akan terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan masyarakat, termasuk keseimbangan distribusi pasokan antarwilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Perluas Pasar Meski PMI Manufaktur Masih Ekspansif

Kemenperin Perluas Pasar Meski PMI Manufaktur Masih Ekspansif

Bisnis | Minggu, 03 Juli 2022 | 05:17 WIB

Seiring dengan Pengembangan Bisnis Digital Manufaktur, Startup Tjetak Resmi Berganti Nama Menjadi Manuva

Seiring dengan Pengembangan Bisnis Digital Manufaktur, Startup Tjetak Resmi Berganti Nama Menjadi Manuva

News | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:39 WIB

Seiring dengan Pengembangan Bisnis Digital Manufaktur, Startup Tjetak Resmi Berganti Nama Menjadi Manuva

Seiring dengan Pengembangan Bisnis Digital Manufaktur, Startup Tjetak Resmi Berganti Nama Menjadi Manuva

News | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:39 WIB

Terkini

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×